[Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
Haihaiii,
bertemu lagi.. Kali ini aku berkesempatan untuk mencipipi novel terbitan Esensi
yang satu ini. Ohya, ini adalah novel perdana milik Kak Putri lohh. Penasaran
kan seperti apa? Yuk simak ulasanku! :D
Judul: ANTOSIANIN
Pengarang: Putri Sarah
Olivia
Editor: Nicktya P &
Yuki A.P
Desain sampul: Satrio Abe
Penerbit: Esensi
Tahun: 2015
308-813-034-0
Blurb:
Laudy
menyimpan perasaan cinta terhadap Oliver. Persahabatannya dengan Sofia, teman
sekelasnya yang cantik dan juga menyimpan perasaan pada Oliver, tidak
menggoyahkan perasaannya. Laudy tetap berharap Oliver dapat mencintainya juga,
namun harapannya menipis ketika komunikasi mereka terputus saat Oliver
melanjutkan sekolah di Kanada.
Selang
beberapa tahun kemudian, Laudy bertemu Andre yang ingin membuat film
berdasarkan novel karangan Laudy. Andre mengisi hari – hari Laudy dan
memberikannya harapan akan kesempatan dan cinta yang baru.
Namun
ketika Andre menarik diri dan Laudy bertemu kembali dengan Oliver di Vancouver,
apa yang harus Laudy lakukan? Bahkan setelah Laudy mengetahui penyebab Andre
terpaksa memutuskan untuk menjauh darinya, mampukah ia menentukan pilihan
antara kenangan masa sekolah dan harapan baru yang terancam sirna?
***
Woah,
daun maple di mana-mana ketika aku menyentuh cover ini. Wkwkw maksudnya bukan
daun beneran ya, tapi yang ada di covernya ANTOSIANIN. Aku suka perpaduannya
dengan judul novel yang sengaja di table, lucu gitu. Nice, ih!
ANTOSIANIN
bercerita tentang seorang gadis bernama Laudy yang sedang menanti cintanya.
Kisah di awal dibuka dengan cerita ketika Laudy masih SMA, dia sudah memendam
perasaan kepada seorang laki-laki di kelasnya, Oliver. Namun sayang, Sofia,
sahabatnya yang cantik itu juga menyimpan rasa yang sama.
Nah,
siapa sangka ternyata Oliver juga seperti ada sesuatu dengan Laudy. Namun,
kenyataan yang mengharuskan Oliver untuk pindah ke Vancouver menjauhkan
perasaan yang mungkin nyaris menyatu tersebut
"Benci itu lebih dalam dari pada tidak suka. Dengan benci kita tidak dapat melihat sisi positif dari suatu objek." - (hlm 13)
Setelah
lulus kuliah Laudy makin kehilangan kabar tentang Oliver, yang tak sesantai
sekarang. Intenstitas berkomunikasi mereka semakin jarang. Tapi Laudy begitu
kuat dengan perasaannya. Sampai suatu hari, Andre masuk dan mengisi hari-hari
Laudy.
Sepanjang
membaca novel ini, aku disuguhi dengan tempat-tempat yang asing di pikiranku.
Seperti Vancouver, Frankfrurt, Erfurt, serta Ilmenau yang katanya adalah kota zombie . Perjalanan Laudy dan Laura
(ibunya) ke Jerman membuat akut ikut bertualang bersama mereka. Dan aku dibuat
penasaran dengan pemandangan Weihnachtsmarkt.
Nah,
balik lagi. Mungkin menunggu adalah hal yang paling membosankan di dunia ini,
dan Laudy lelah akan hal itu. Menunggu Oliver. Dan di sisi lain, pertemuan yang
kerap terjadi antara Laudy dengan Andre yang tak lain adalah abangnya Sofia
berhasil membuat Laudy jatuh cinta, dan sedikit melenyapkan Oliver dari
hatinya.
"Menjadi yang kucita-citakan ternyata tidak semudah yang kubayangkan." - (hlm 15)
Konflik
yang terjadi mulai dari Laudy yang menyangkal bahwa Andre hanya memperalatnya
saja agar mau membintangi film yang berdasarkan dari novel karangan Laudy, lalu
konflik kehadiran Jasmine yang membuat Laudy cemburu, Andre yang perlahan
menyembunyikan diri dari Laudy setelah berhasil menarik ulur hati Laudy, serta
kemunculan Oliver di hadapan Laudy lagi
Well,
sebenarnya aku cukup suka dengan tokoh Andre, dia begitu dewasa, dan kadang
lelucon juga, tapi aku kehilangan feel ketika
Andre memamerkan kemesraanya bersama Jasmine di depan mata Laudy, padahal kan
Andre telah memberi perasaannya pada Laudy, dia nggak mestinya begitu. Iya
walaupun kayaknya untuk Cuma settingan Andre doang tapi tetep aja kesel sama
Andre, kesannya kayak me-PHP-in Laudy. ><
Tapi
Laudy gak mau kalah, dia juga melakukan hal serupa bersama Oliver. Wkwkwk.
Sampai akhir membaca, aku begitu
hanyut bersama novel ini. Aku turut merasa apa yang dirasa Laudy, tapi
untungnya di ending Laudy hidup bahagia. Agak timbul rasa kecewa sih, soalnya
lelaki yang akhirnya menjadi pendamping Laudy bukan cowok yang aku terka-terka
sebelumnya. Karena menurutku mereka berdua lebih cocok dan yaa merasa Laudy
perjuangan nggak sia-sia banget seandainya dia dapetin tuh cowok. Tapi gapape
deh, karena pendamping Laudy, yaa not bad
lah..:))
"But I always believe in second, thrid, fourth, fiifth, and so on chance in different ways." - (hlm 45)
Nah, ngomongin kelemahan, umm.. aku
rasa karakter Laudy sebagai pecinta maple kurang kuat, bumbu-bumbu yang
mempertegas kecintaannya pada maple hanya seperti sekali lewat menurutku. Lalu
aku agak bingung di akhir-akhir BAB tentang kesakitan Andre itu, awalnya aku
pikir dia meninggal, karena kedatangan Sofia dan Jasmine yang memakai baju
hitam, dan penggalan kalimat yang ditulis Andre untuk Laudy, “But when you wake up and cant find me anymore,
please try to understand that an angel came and called my name.”
Sampai
di akhir halaman merupakan sebuah ilusi Laudy saja menurutku. Tapi kemudian aku
meragukannya lagi. Mungkin saja itu nyata karena di halaman 174 Laudy yang
menanyakan “Andre masih hidup?” Yap, hanya bingung dengan jalan ceritanya.
"Aku belum pernah takut kehilangan seseorang sampai aku bertemu denganmu." - (hlm 144)
Lalu
kelebihannya apa?
Ini
nih!
Gaya
penulisan Kak Putri yang santai tapi menyenangkan, sekilas seperti terjemahan.
But aku sungguh menyukainya. Ia mampu menempatkan konflik yang cukup okeeehh menurutku. Trus,
Setting tempatnyaa<3 Membuatku
naksir dan penasaran dewaaa
>< Kak Putri tanggung jawab ya,
aku jadi pengen ke Grouse Mountain. Eh,
ke yang lainnya juga deh! Kesemua tempat yang di Jerman lah pokoknyaaa
<3333333333333333333
Asiknya
juga Kak Putri juga kerap menyelipkan kalimat dalam dua bahasa asing loh,
Jerman sama Inggris. Yeay, seru banget aku bisa belajar bahasa kilat cuma-cuma.
Dunke, Kak Putri {}
Its
time to rate yuk!
3.6
stars for ANTOSIANIN !
Yipoooo,
congarts Kak Putri ><
Jangan
kapok buat nulis, karena ada pembaca setiamu yang entah di mana itu berada
menunggumu dengan novel barumu. Keep fight><
Oke,
sekian edisi kali ini. Sampai bertemu diulasan berikutnya. Daaaah… :D

0 komentar