[JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri


Halooo..
Kita bertemu di.. #Januaryreadingreviewchallenge \M/
Berhubung ini adalah posting-an pertamaku di 2016, so pasti ini juga adalah bacaan pertamaku di bulan Januari ini:) Sebelumnya maapkeun urang nyak yang makin hari makin nggak keliatan nongkrong diblog, masa tenang yang kumiliki beberapa minggu kemarin aku pakai untuk mempelajari materi UAS. Yuk, simak sedikit ulasanku tentang novel yang satu ini, kidott!!

Pengarang: Arini Putri
Editor: Ayuning
Penerbit: Gagas Media
x + 350 halaman; 13 x 19
ISBN 979-780-825-4
Cetakan pertama, 2015 
Sinopsis:
Tanpamu, yang tersisa hanyalah sepi.
Namun, memang tidak segalanya berjalan sesuai yang kita mau.
Waktu akan terus melaju meski kita memohon agar ia menunggu.
Meski nyatanya waktu pun belum mampu mengubah diri kita.
Kita masih saja orang orang yang tak punya nyali.
Setelah semua yang terjadi, apakah arah kita masih sama ?
  Tahun- tahun lewat begitu cepat
.Sempatkah ia menumbuhkan keberanian

untuk tiga kata yang tak pernah terucap?
 
Bagas menemukan sebuah novel grafis. Mengusik memori dan rindu yang lama ia simpan. Tentang Sharon, Angin, Dito-- wajah-wajah yang menyimpan luka dibalik senyuman. Namun juga merupakan sahabat-sahabat yang berjanji menggenggam harap dan mimpi yang sama.



Masa- masa penuh mimpi dalam hidup Bagas seakan kembali, menyisakan banyak cerita. Juga sebuah hal besar yang terus ia sesali. Tak pernah ada kata terlambat untuk mengubah jalan ke arah yang lebih baik. Namun bagaimana, jika kita tak pernah menyadari bahwa bahagia bisa kita ciptakan sendiri?

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


 


Guys, dari ke-empat novel yang telah ditelurkan Kak Arini, See You Again adalah novel bungsunya yang keluar sekitar bulan Juli 2015 yang lalu. Novel ke-empatnya ini pun merupakan novelnya  yang pertama kali aku punya dan baca. Yang lain nyusul ya, Kak. Hehee

Semua berawal dari novel grafis yang ditemukan Bagas di toko buku. Dia tak menyangka novel grafis itu akan membawanya kekejadian dahulu. Ya, kejadian  saat dia masih berseragam abu-abu. Saat masih bersama teman-teman lamanya. Perlahan, Bagas mencoba kembali menguak kisah lalunya karena penasaran setelah semua ini, apakah arah mereka masih sama...

Yap! Novel ini bercerita tentang pertemanan atau mungkin persahabatan yang menghiasi kelas XII Bahasa. Kelas yang pernah didiami tak cuma oleh Bagas, tapi juga Dito, Angin, Sharon, Nira, Misha, Ani, Dani 'belakang', G5 dan murid-murid lain. Ada banyak sekali kisah manis yang tersembunyi melingkari kelas ini.
Rounded Rectangle: “Jangankan memanjat, melompati selokan saja ia yakin tidak bisa.”— On pages 49 



Bagas, si ketua kelas, memiliki rasa tanggung jawab yang besar dan cukup bijak, namun  dia memiliki perangai agak egois, dia tak menyangka bahwa di kelas XII ini Bu Fitri, wali kelas baru mereka meminta untuk menambah kandidat  sebagai ketua kelas. Alhasil keluarlah nama Sharon dan Angin sebagai saingannya. Sharon merupakan seorang gadis kurus yang memiliki sikap dingin, sekalipun kepada teman sebangkunya sendiri, Nira, si gadis mungil berhijab. Di sekolah, Sharon hidup bersama dunianya sendiri, menulis naskah dan menyerahkannya kepada Angin, cowok malas tukang tidur yang sudah dianggapnya sebagai first reader nya sendiri. Ohya, Plot yang disuguhi dalam SUA ini adalah maju mundur, cantiikk cantik :pKadang kita akan diarahkan ke masa sekarang. Namun, karena novel ini lebih banyak bercerita tentang penguakkan di masa lampau, jadi akan lebih banyak #throwback-nya. Sajian yang ciamik, menurutku ;)
Konflik-konflik yang ada pun berhasil membuatku tegang plus penasaran. Apalagi waktu insiden mengerikan yang membuat Bagas terluka. Itu tuh, really-really apalah-apalah >,< Aku jadi kasihan sama Bagas, meski diawalnya aku agak kesal dengan sikap dia yang terkadang egois ._.



 


Sepanjang membaca novel SUA ini, aku benar-benar menikmati-nya. Aku turut merasakkan apa yang dirasakan Angin dan Sharon. Angin memiliki masalah keluargaa yang memilukkan, sulit rasanya bagi Angin untuk bertahan,tapi ia mencoba semampunya. Aku suka dengan tokoh Angin, meski dia terkesan berantakkam, pemalas, tapi dia tidak sepereman penampilannya, nilai memuaskan selalu diraihnya. Heran, kan. Kok bisa anak kayak Angin yang mageran gini dapet nilai bagus? Nggak salah kok kalo dia terkadang jadi tempat perhatian Sharon. Nah, sedangkan Sharon sendiri, dia bener-bener kerja keras demi kesembuhan mamanya. Dia bahkan sampai mengorbankan passion-nya sendiri. Salut banget untuk kedua tokoh ini! \M/


Rounded Rectangle: “Ini dunia nyata. Ini bukan cerita novel kamu yang semua orang sakit bisa sembuh gitu aja setelah bikin permohonan ke bintang.” – On pages 116
 



Tapi, tokoh yang paling kusuka adalah....
DITO! Ahahaha, Iya. Aku pilih Dito ajalah, ya :P Secara dia cowok terkece di kelas XII Bahasa, anak bola, penampilan-nya oke, easy going lagi. Naaaah, siapa coba yang gak kesem-sem ama nih cowok *ngedipinmata*

Sampai diakhir cerita, ada sesuatu yang menyentuh hatiku, segimana mereka berjuang untuk lulus 100% dan tetap mempertahanin eksistensi kelas Bahasa di sekolah mereka. Kerja keras Bu Fitri juga abis-abisan banget. Bu Fitri, kau mengingatkanku dengan wali kelasku dulu, Papi Dani. I miss you.. T_T
 Duh, bener-bener deh novel yang satu ini kayaknya nggak berhenti bikin aku mau nyerocos terus. :p
Bicara kelemahan, em.. Menurutku di novel ini terlalu banyak tokoh yang ada, nggak apa-apa sih sebenernya, cuma ya gitu..aku rada bingung, dan sering ketuker. Kayak Sarah, aku heran kok gak ada tanda kehidupan dia di kelas bahasa, sedetik kemudian aku tersadar kalau dia adalah ceweknya Bagas -_- duh, kayaknya aku kurang fokes deh:"
Ngomong-ngomong masalah typo nya juga nggak kutemukan di novel ini. Nggak tahu sih, nggak begitu mempermasalahin asalkan nggak kelewatan typonya :)
Kelebihannya, aku suka gaya tulisan Kak Arini, nggak ngeribetin meski ceritanya lumayan panjang,Kak Arini pandai menempatkan posisi para tokohnya, dan berasa kayak based on true story banget, nggak ngebosenin. Dan yang pasti Kak Arini menyelipkan kejutan-kejutan kecil yang membuat nggak terduga. Wih :D

Its time to rate!
3.9 of 5.0 stars for See You Again 
Yipiiee congratss ><

Intinya aku suka sama tema novel yang mengusung persahabatan kek gini, apalagi SUA bikin aku jadi kangen masa-masa di kelas XII:')  Didetiknya akan berpisah, baru mulai merasakan semuanya bermakna. Pokoknya bikin aku  ngerasa throwback abis,  meski pada akhrinya, Nira sukses bikin aku cemburu beraaaat T_T


Rounded Rectangle: Namun, tiga kalimat singkat itu tetap menjadi kalimat yang sulit untuk kami ucapkan dengan gambling. Kalimat itu bukanlah kalimat yang buruk. Kalimat itu adalah kalimat  paling indah sedunia yang terkadang kita butuh waktu bertahun-tahun untuk mengucapkannya. Mereka adalah “aku mencintaimu” , “maafkan aku” , dan “terima kasih.” – on pages 348
 





Kak Arini thank you so much, ditunggu karya selanjutnya :) {}














Share:

0 komentar