• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Follow us

VIGESTATION

                Hai, bertemu lagi. Dikesempatan ini aku akan mengulas sebuah novel seri #YARN. YAY! Novel ini adalah novel YARN  ke-empat yang telah kubaca. Dan ini juga merupakan novel pertama dari Kak Deva yang kucicipi. Sekarang, simak review-annya, ya!  Check diz out!


                                                        
                                                                     Judul: Muara Rasa
                                                              Penulis: Devania Annesya
                                                            Penerbit: Ice Cube Publisher
                                                                Halaman: 186 halaman
                                                                  Terbitan: Mei 2015
                                                                              Blurb:
                                          “Karen mau datang, dia ingin kenalan sama kalian.”

                                            “Karen? Siapa lagi?” Ravi mengerutkan kening.

                                             “Pacarnya Val,” jawab Flo sembari tersenyum.

                                      Tapi Ravi dapat membaca pedih di balik senyuman itu.

Ketika liburan semester dimulai, Flo dan Ravi yang kuliah di luar kota pulang ke rumah mereka di Surabaya untuk berkumpul lagi dengan sahabat mereka, Val. Tapi “pulang” tidaklah selalu menyenangkan. Terutama jika ada banyak rasa yang belum terungkap. Ravi diam-diam mencintai Flo, sementara Flo menyimpan rasa terhadap Val yang hanya menganggapnya sebagai adik kecil. Selama ini mereka selalu mengutamakan persahabatan di atas segala-galanya. Supaya mereka bisa selalu bersama. Supaya mereka tidak lagi mengalami kehilangan. Supaya mereka merasa berada di rumah. Namun setiap rasa pada akhirnya membutuhkan muara. Akhir dari perjalanan panjang. Akhir dari segala rasa sakit.

**

"Bagaimana mungkin seseorang bisa melukai tanpa berniat melukai?" - (hlm 51)

Yap! Novel ini bercerita tentang kisah  persahabatan yang dirajut oleh ketiga anak manusia. Flo, Val, dan Ravi. Persahabatan mereka telah terjalin sejak SD. Flo adalah seorang gadis yang menurutku sangat beruntung, ia memiliki kedua sahabat yang telah ia anggap sebagai kakaknya sendiri. Flo kini kuliah di Jogja, dan ia berpisah dengan kedua sahabatnya yang usianya dua tahun lebih tua dibandingkannya itu. Makanya ketika liburan ini, dia benar-benar antusias kembali ke Surabaya. Tak sabar untuk segera pulang dan menemui ‘rumah’ kesayangannya; Val dan Ravi.  


"Semembosankan apapun rumah, kita harus tetap pulang." - (hlm 2)

Di awal cerita, aku disuguhi dengan kesibukan Flo yang sedang mengemasi pakaiannya. Ia akan kembali ke Surabaya untuk bertemu dengan kedua sahabat yang disayanginya. Terlebih, Val. Sebenarnya Flo sudah menaruh perasaan terhadap Val. Sikap Val yang tenang  membuat Flo jatuh hati, apalagi kini.. Val tumbuh menjadi pria dewasa dan terkendali.  

"Orang yang memiliki kekasih selalu seperti itu, tidak bisa terlalu lama jauh dari ponsel. Menyebalkan." - (hlm 11)
Namun ternyata “Pulang” memang tak selalu menyenangkan. Bertemu dengan Val yang kini menjadi dewasa, bukan berarti tak ada sesuatu yang berubah darinya. Val memberi Flo kejutan bahwa sekarang ia telah memiliki Karen, gadis cantik nan pintar yang pastinya akan terlihat cocok bersanding dengan Val. Mengetahui itu Flo sepertinya harus menelan ludah dengan susah payah.
Val benar-benar nggak menyadari perasaan Flo yang hanya untuknya. Selama ini, Val menganggap Flo Flo yang ke-kanak-kanak-an itu adalah adik kecilnya yang amat dia sayangi. Hanya Ravi, satu-satunya selain Tuhan dan Flo yang menyadari hal ini. 

"Jangan kayak anak kecil, dong. Kita sekarang, kan, sudah dewasa, waktunya menata hidup. Berteman ya berteman, tapi hidup harus terus maju." - (hlm 78)
Sejak kemunculan Karen , persahabatan mereka menjadi agak rumit. Ini berawal dari permain 'Truth or Truth' yang mereka mainkan. Permainan itu yang membuat satu per satu yang selama disembunyikan menjadi terbongkar. Perasaan Ravi kepada Flo, Perasaan Flo kepada Val, dan Perasaan Val kepada… Ets! Bukan Kepada Ravi loh yaaa!!. Hari itu semuanya tak lagi sama, di antara mereka.

"Flora adalah alasan bagi Val kembali tersenyum setelah kehilangan yang dialaminya. Sementara bagi Ravi, Flora adalah rumah. Hanya Flora yang selalu bisa menyemangati Ravi." - (hlm 30)

Dalam novel ini, diselingi BAB-BAB yang membawa ke kisah lalu Flo, Val, dan Ravi. Kisah ketika bagaimana awalnya pertemuan Flo dengan Val dan Ravi hingga mereka menjadi dekat. Val dan Ravi telah lebih dulu bersahabat. Mereka suka sekali melakukan hal-hal konyol berdua.  Adegan yang disajikan Kak Deva ketika throwback pada masa kecil mereka terkadang mengocok perut.  Aku paling suka adegan waktu Val dan  Ravi gelitikin Flo sampai Flo pipis di celana dan saking malunya Flo sampai pingsan. Wkwkwkwk. Konyol banget dah!  Dan, Ravi, ia yang paling konyol menurutku. Tapi dibalik kekonyolannya, ada sejuta kesedihan yang menimpa dirinya. Ravi hidup di tengah orang-orang yang ia anggap tak pernah menganggap kehadirannya. Ayah dan Ibunya hanya berfokus pada James, saudara kembar Ravi dengan otak yang nyaris setara Einstein-nya. Hal itu membuat Ravi kehilangan perhatiannya. Sampai pada suatu hari, Ravi tak menyadari ternyata James memiliki kelemahan dibalik segala kepintarannya.

"... di dunia ini ada beberapa hal yang tidak bisa diubah: manusia-manusia yang hidup di masa lalu. Manusia yang memilih untuk tinggal dalam kenangan dan menutup mata pada kenyataan." - (hlm 50)

Well, sebenarnya mereka bertiga ini punya masalah masing-masing. Ravi dengan Ayahnya yang begitu keras, Flo yang merupakan anak dari istri kedua Ayahnya yang membuat kehidupannya sulit, dan Val, yang kehilangan Elvira, adik perempuannya yang jauh lebih lembut dan dewasa darinya. Tapi semua kata yang bernama “PERSAHBATAN” lah yang mampu menguatkan Flo, Val, dan Ravi.
Kyaaa, sepanjang membaca novel ini aku benar-benar menikmatinya. Membayangkan menjadi Flo yang memiliki dua sahabat cowok yang begitu menyayanginya.  Tanpa Val dan Ravi, entah bagaimana dengan Flo. Tanpa Val dan Flo, sepertinya Ravi akan semakin berantakkan. Dan tanpa Ravi dan Flo, mungkin Val tak akan pernah bahagia. Salut banget sama persahabatan mereka! Kira-kira ada nggak ya di dunia ini yang persahabatannya model begini? Wuuuuuuuuh, beruntung syekaleeeee><

"... kematian adalah muara dari seluruh kehidupan di dunia ini. Pada akhirnya, sekeras apapun manusia untuk hidup dan meraih pencapaian, mereka akan berada di satu titik ketika semuanya menjadi tidak berarti lagi. Untuk itulah Tuhan menciptakan kematian, untuk mengakhiri segala rasa sakit." - (hlm 136)
Nah, Gest siapa tokoh favoritmu? Okee, tokoh favoritku adalaaaah… Ravi ! Aku suka banget sama sikap Ravi yang acak-acakkan, pandai musik dan puisi. Meski terkesan agak cuek dan kasar (jauh disbanding Val) tapi hal itu plus kekocakkannya yang membuat aku menyukai Ravi <3

Bicara kelemahan, selamat! Aku sepertinya nggak menemukan kelemahan yang berarti di Muara Rasa. Nggak ada typo menurut mataku sepanjang membaca. Nggak ada adegan yang berhasil membuatku bingung. Nggak ada part yang ngebosenin. Mungkin kelemahan Cuma terletak di cover. Kurang menggoda~~

Kelebihannya?
Kak Deva kece banget dalam menyajikan kisah di dalam novel ini. Gaya penulisannya oke, santai dan nggak bertele-tele. Tema persahabatannya terasa. Konflik yang disajikan juga bagus, meski nggak terlalu tegang tapi bisa membuat persahabatan itu menjadi sedikit rumit, namun bisa kembali menjadi persahabatan yang utuh yang bahkan lebih indah menurutku. Adegannya pun menarik dan terkadang lucu, bikin aku cekikikan pas baca.  Comedy Romance Young Adult Realistic Novel nih, kayaknya si- Muara Rasa :D

Okey,
Its time to rate!
4.4 of 5.0 stars for Muara Rasa!


Aku jadi naksir sama tulisan Kakak yang lain, semoga ada kesempatan untuk melahap karya-karyamu yang belum sempat kulahap. Thankyou Kak.. Jangan lupa untuk terus semangat nulis, we wait for your next ! Oke guys, sekian review kali ini. Bertemu di Review selanjutnya, daaah ><

 "Bentuk kasih saya terbaik adalah dengan merelakan."




Yeay!   Setelah sebelumnya mengulas novel Antosianin karya Kak Putri, kali ini aku ingin mengulas novel karya seorang yang katanya pecinta biru laut dan malam hari, Kak Petronela Putri. Atau biar lebih asik kita panggil saja Kak Mput :D  Bingkai Memori adalah novel miliknya yang pertama kali aku baca. Yuk simak ulasannya!

                                                       

Judul: Bingkai Memori
Pengarang: Petronela Putri
Penerbit: Grasindo
Editor: Anin Patrajuangga
Desainer: Sapta P. S
Penata isi: Yusuf Pramono
Jumlah halaman: 210

Blurb:
“Serupa waktu, isi hati manusia termasuk hal yang paling sulit diterka.”
Mei tidak pernah menyangka bahwa seluruh kehidupan berubah setelah sang ayah pergi untuk selamanya. Dari catatan- catatan ditemukan di laci meja kerja, kenangan masa lalu, dan sebuah foto serta gambaran mengenai kalung bandul yang terus memenuhi pikirannya gadis itu memulai perjalanan baru menuju kota masa kecil ayahnya. Hal-hal baru pun terkauk, yang membuat semua kebahagiaan dan tawa terasa begitu palsu. Banyak cerita yang ternyata tidak ia ketahui.
Tentang seorang perempuan di masa lalu.
Tentang cerita cita yang tak pernah padam.
Dan sebuah rahasia, yang berusaha disimpan rapat-rapat.



Penampakan Bingkai Memori bersama uculku {}



But first, lets talk about this cover!
Aku suka dengan background warnanya yang berwarna  cokelat muda dengan aksen bingkai foto yang di opacity. Ada gambar sebuah jurnal hitam, foto, dan kalung dengan bandul hijau. Lucuk!

Novel ini bercerita tentang Meilisia Changkarya, atau Mei, gadis yang mencoba kembali menguak kisah masa lalu Papa nya tercinta. Hasratnya ini berawal ketika ia tak sengaja menemukan jurnal using milik sang Papa yang menyimpan 1001 kisah lama yang sama sekali tak pernah Mei ketahui sebelumnya. Cerita awal dimulai dari kisah sang Papa yang telah meninggal dunia. Mei merasa dunianya nyaris ikut runtuh juga tatkala sang papa pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Iya, nyaris runtuh, ditambah dengan ketidakhadiran Prima kekasihnya, yang sebenarnya sangat ia diharapkan  menjadi tempat bersandarnya di kala masa berkabung itu.

"Ada hal lain yang bahkan tak sanggup membuatnya tertawa hari ini." -(hlm 134)
 
Karena tidak ingin terus larut dalam kenangan yang membuat sedih, mereka sekeluarga pun (Mei, ibu, dan adiknya, Wendi) memutuskan untuk pindah ke rumah baru.  Sembari membereskan buku-buku milik papanya, Mei menemukan sebuah tulisan-tulisan usang yang tersusun dalam sebuah jurnal sang Papa. Jurnal itu seperti diari yang ditulis oleh papa mengenai kisah asmaranya kita masih muda. Da Wei (nama papa Mei) yang amat mencintai Mei Lie.  awalnya Mei tidak menaruh curiga. Namun, sebuah foto ia lihat, membuat ia mengambil jurnal tersebut dan tertarik menelisiknya lebih jauh.
Rasa penasaran Mei pun membuat ia mengambil cuti dari kantornya dan terpaksa berbohong kepada sang Ibu bahwa ia akan mengadakan liputan ke Kota Padang. Padahal, kota itu adalah tujuan utamanya menguak kisah lalu Da Wei, sekaligus mencari si wanita pemilik bandul yang amat di cintai sang papa, Mei Lie.

"Serupa waktu, isi manusia termasuk hal yang paling sulit diterka." - (hlm 148)
 
Awalnya, aku pikir akan merasa bosan dengan kisah ini. Karena hanya akan mengulik seputar kisah masa lalu sang papa saja. Tapi ternyata tidak, hal tersebutlah yang malah membuat ia bertemu dengan Malvin. Laki-laki yang bisa membuat hari-hari Mei sedikit lebih cerah. Malvin adalah kunci dari pintu yang Mei cari di kota ini.
Konflik yang disuguhkan mulai dari kemunculan Prima dengan seribu permohonan maafnya yang sudah membuat Mei kebal, Ibu Mei yang mulai mencium kebohongan sang anak,  sampai Ibu Malvin yang tiba-tiba saja berubah perangainya, ia menjadi tidak suka melihat Malvin dengan Mei. Padahal Malvin begitu mencintai Mei.
Aku kurang tahu, apa alasan Kak Mput mengambil setting di kota Padang, mungkinkah karena itu kota kelahirannya?  Tapi aku cukup senang, karena dari novel ini aku bisa mengenal Padang sedikit lebih jauh, karena beliau menyuguhkan beberapa tempat wisata menarik yang dikunjungi Mei di ketika berada di Padang, seperti Siti Nurbaya, Muaro, yang tentunya menarik mintaku juga untuk kesana><

"Berjalanlah sejauh mungkin, Mei. Tapi tetap ingat bahwa setiap perjalanan selalu butuh rumah untuk pulang." - (hlm 167)
 
Thanks FYI, Kak Mput. Aku cukup menikmati novel ini hingga akhir cerita, konflik perlahan terselesaikan dan Mei kini kembali pada kehidupan nyatanya, menutup lembaran tentang masa lalu papanya dan fokus dengan masa sekarang. Ada sesuatu yang tidak Mei lihat selama sibuk mengais kisah cinta sejati Da Wei dan Mei Lie, yaitu Siaw Fang, wanita lain yang kuat dan tegar dibalik semua kisah cinta sejati itu. Penasaran siapa Siaw Fang? Gkgk :D

 
Bicara kelebihan, aku salut  dengan Kak Mput, meski kisah cerita novel ini tentang perjalanan Mei yang menguak kisah lalu Da Wei, tapi tidak menitikberatkan sepenuhnya pada masa lalu Da Wei. Maksudnya aku merasa porsi Mei sebagai tokoh utama tidak berkurang sama sekali. Biasanya, beberapa cerita-cerita tentang tokoh utama yang berusaha menelisik kisah yang tidak berkaitan sepenuhnya dengan tokoh utama tersebut, akan mengurang ekistentsi tentang si tokoh utama dalam novelnya. But, this is tottaly not! Good. 

"Sebuah janji wajib ditepati, sesulit appaun perjuangannya. Tetapi seseorang yang tidak pernah menjanjikan apa-apa , tidak perlu menepati apa-apa." - (hlm 177)
 
Untuk kelemahan, umm.. I just feel, kedatangan Malvin yang tiba-tiba begitu saja. Coba ada adegan lain yang membumbui pertemuan mereka biar jadi lebih manis. Dan tentang Mei yang setuju ditawari menginap di rumah Malvin, mereka kan baru kenal, aku pikir ada sesuatu yang janggal. Aku menangkap kesannya kisah ini dibuat tergesa-gesa.  

Bicara tentang tokoh favorit, tokoh favoritku adalah Ega, karena dia adalah sahabat yang baik, pengertian, dan sangat peduli dengan sahabatnya, Mei. Ohya, untung di halaman 41 dikasih tahu kalau Ega itu perempuan, jika tidaksampai akhir aku akan mengira Ega seorang laki-laki, karena menurutku perhatiannya yang terlalu berlebihan dan ’berbeda’ kepada Mei, heheh :p



Oke,  its time to give rating.
3.0 of 5.0 stars for Bingkai Memori ><
Congrats Kak Mput \m/

Pesan yang bisa aku tangkap dari novel ini adalah bahwa:
~ Cinta sejati tak harus saling memiliki
~Jangan menjalani sesuatu bila terpaksa karena akan menyakitkan
~ Jangan menyimpan kebohongan

 Overall, novel ini cukup ringan, nggak bertele-tele dan mudah dipahami. Cocok untuk dijadikan teman bersantai. Okeh, sekian ulasanku. Untuk Kak Mput  tetap semangat, jangan pernah berhenti nulis karena kami menunggu karyamu berikutnya. Xie-xie <3

"Ada sesuatu yang tidak bisa dibohongi di dunia ini. Namanya perasaan." - (hlm 187)

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

LATEST POSTS

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN
  • Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah

Categories

  • novel 1
  • review 1

Featured Post

[BOOKREVIEW] Everything We Keep - Kerry Lonsdale

Tittle: Everything We Keep Author: Kerry Lonsdale Penerbit: PT Elex Media Komputindo Release: 17, July Published by the arra...

Recent Posts

VIGESTATION
Diberdayakan oleh Blogger.

Fashion

Laporkan Penyalahgunaan

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • Januari (1)
  • ►  2018 (1)
    • Juli (1)
  • ►  2017 (21)
    • Desember (1)
    • November (3)
    • Oktober (1)
    • Agustus (2)
    • Juli (5)
    • Juni (3)
    • Mei (4)
    • Januari (2)
  • ▼  2016 (12)
    • Desember (1)
    • Oktober (3)
    • Agustus (2)
    • Mei (1)
    • Maret (1)
    • Februari (3)
    • Januari (1)
  • ►  2015 (18)
    • Desember (3)
    • November (2)
    • Agustus (4)
    • Juli (3)
    • Juni (2)
    • Mei (2)
    • April (1)
    • Januari (1)
  • ►  2014 (3)
    • November (1)
    • Oktober (2)

Cari Blog Ini

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2017 (21)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2016 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ▼  Februari (3)
      • [Novel Review] Muara Rasa—Deva Annesya
      • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
      • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (18)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)

Subscribe

Stay Connected

Follow us

3/Food/post-list

Like us on Facebook

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here. This is an optional text area which you can hide or delete from the layout. Its totally dependent upon you if you want this text area or not.

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • Bloglovin
facebook twitter instagram pinterest bloglovin etsy

About me

Read More

Months had too ham cousin remove far spirit. She procuring the why performed continual improving.

Follow Us

  • medium
  • youtube
  • instagram

Boxed Version

  • boxedVersion
  • Home
  • Megamenu
    • Travel
    • Lifestyle
    • Fashion
    • Beauty
  • Social
  • Features
    • Left Sidebar Post
    • Fullwidth Post
    • Right Sidebar Post
  • Blog
  • Download
  • Home
  • About
  • Contact

Contact

Mengenai Saya

Vigestha
Lihat profil lengkapku

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Welcome to my personal blog

Welcome to my personal blog
share tips, thoughts, and useful random things.

Categories

Labels

  • novel 1
  • review 1

My Instagram

My Instagram

Default Variables

  • disqusShortname
  • commentsSystem
  • fixedSidebar
  • postPerPage
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest

Social Plugin

  • facebook
  • twitter
  • reddit
  • pinterest
  • linkedin
  • vk
  • instagram
  • youtube
  • whatsapp
  • rss

Menu Footer Widget

  • Home
  • About
  • Contact Us

Romantic

Pages

  • Beranda

Traveling

Popular Posts

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN

Link List

  • Home
  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Mega Menu
  • Learn Blogging
  • Documentation
  • _Web Documentation
  • _Video Documentation
  • Download This Template

About Me

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here.

Popular Posts

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN
  • [Naskah Drama] "Kembalikan Indonesiaku" 2016
  • [Novel Review] Muara Rasa—Deva Annesya
  • Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah
  • The First Time Ngecuap
  • Review Sebelas – Dya Ragil
  • [Review] Brink of Sense— Mertha Sanjaya

Advertisement

Category3

Vintage

Copyright © 2015 VIGESTATION. Designed by OddThemes