Review Novel "All Our Yesterday" by Cristin Terrill
Judul : All Our
Yesterdays (Segala Masa Lalu Kita)
Penulis : Cristin Terrill
Penerjemah : Maria Lubis
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan pertama, Agustus 2015
Tebal : 448 halaman
Penulis : Cristin Terrill
Penerjemah : Maria Lubis
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan pertama, Agustus 2015
Tebal : 448 halaman
REVIEW
All Our Yesterday dalah sebuah novel fantasi
karangan Cristin Terril yang mengisahkan tentang time travel (perjalanan waktu)
yang dihadapi oleh para tokoh. Cerita dibuka dengan kisah Em, wanita
yang mengerahkan segala cara untuk keluar dari sel yang telah menahannya sekian
tahun. Saluran air yang ia temukan ternyata menyimpan sebuah rahasia yang bisa
menjauhkan dirinya dan Finn dari orang-orang
yang telah membuat mereka menderita selama di penjara.
Segala bentuk penyiksaan sudah kebal dialami oleh Em
dan Finn. Hingga suatu hari, penjaga sel yang baru, Connor, datang untuk
menyelamatkan mereka. Dengan begitu saja Connor melepaskan Em dari selnya, dan
membantu mereka untuk keluar dari dunia yang penuh dengan tanda tanya itu.
Pada dasarnya ruang dan waktu sebenarnya adalah sesuatu yang sama, semacam film raksasa yang terentang di sepanjang jagad raya yang disebut ruang-waktu. Objek-objek padat menekuk lembaran ruang waktu ini, seperti trampolin yang menjadi cekung saat seseorang berdiri di atasnya. Jika kita memiliki sesuatu yang cukup berat, yang luar biasa berat, benda itu bisa melubangi trampolin tadi.” —All Our Yesterdays hlm. 83
Em dan Finn harus melakukan sesuatu, sebelum sang doktor
sadis pencipta mesin waktu membunuh Marina, atau Finn Abbot, atau bahkan
membunuh..
Saat membaca All Our Yesterday, saya melihat sisi
dan kurun waktu kehidupan yang berbeda ditiap BAB-nya. Saya menjelajahi
kehidupan mereka beberapa tahun belakangan. Di mana saat Marina belum setegar
Em, saat Finn tidak se-simpel dulu, dan saat James bukan seperti sekarang. Agak
takjub dengan rangkaian plot yang Terrill kemas, suatu malam tepat di mana Nate
ditembak oleh orang misterius, menyeret Marina, Finn, dan James pada suatu
persoalan dengan tingkat kerumitan tak tersangka. Mungkin malam itu yang telah membuat
mereka tumbuh menjadi orang tak terduga di kemudian waktu.
Finn menyukai M, dan Marina begitu mencintai James.
Tapi yang terjadi berikutnya adalah Em dan Fin bersinergi untuk menghancurkan
sahabat yang sudah mereka cap sebagai mantan.
Hal yang membuat saya tertarik adalah melihat aksi
para tokoh yang berhubungan lagi dengan diri mereka dengan versi yang berbeda.
Terril menyeret pembaca lebih cepat, saya sampai di mana Em bertatapan dengan Marina,
Finn melihat Finn, dan James berkelahi dengan seseorang yang memiliki perawakan
wajah yang mirip namun lebih tua darinya.
"Aku tak bisa membiarkan diriku melupakan ini lag, bahkan selama sesaat, karena mengingatnya terasa sangat menyakitkan." - hlm 92
Tema Time
Travel di All Our Yesterday cukup terasa menurut saya. Keberadaan dunia
antara Em dan Marina tidak terlalu membuat saya bingung. Di akhir-akhir
penyelesaian otak saya semakin dibuat penasaran, memikirkan di antara Em dan Marina siapa yang akan mati,
apakah Em akan bersatu dengan Abott atau malah masih mengenggam hati pada James
layaknya Marina, Apakah Nate tidak benar-benar mati, apakah Cassandra memang
dibangun, apakah cerita Em dan Finn di
sel hanyalah bualan belaka. Bahkan melihat kerumitan cerita ini membuat saya
nyaris menyimpulkan All Our Yesterday akan berending di mana sebuah pagi membangunkan gadis bernama Marina dari
mimpi panjangnya yang menegangkan akibat kelelahan mengikuti pesta semalam.
Yah, kelihatannya itu juga akhiran yang bagus. Tapi sayangnya Terrill tidak
sependapat dengan saya, dan saya ucapkan “What
a twist!”
Novel
fantasi yang hebat. 40 BAB yang menguras otak. Dengan akhiran yang lumayan tak
tertebak. Sepertinya setelah ini saya akan jatuh cinta pada novel terjemahan.
"Aku ini paradoks, dan waktu tidak menyukai-nya." hlm 388
4,8 stars for this novel :)

0 komentar