Belakangan
terjadi lagi, konsumen yang sedang menuliskan keluhan atas sebuah pelayanan
berakhir tidak menyenangkan. Ia malah “dibalik” , dituduh melakukan pencemaran
nama baik. Well, case ini pun menjadi
viral dan menuai banyak “perhatian” dari para pengamat dan netizen, termasuk
saya. Bagaimana bisa mengungkapkan keluhan dianggap sebagai pencemaran?
Bagi pihak
yang dikeluhkan, baginya mungkin ini adalah hal yang akan menggeser nama, maka
sulit menerima ketika konsumen menuliskan sesuatu yang membuat nama tergeser. Tetapi
bukankah
wajar jika konsumen memberikan argumennya, terlepas baik ataupun buruk? Kini,
dunia menulis jadi hal yang membingungkan.
Entah dari
sudut mana, tulisan yang hanya ingin menuliskan perasaan/pendapat
bermetamorfosis jadi sebuah ujaran kebencian di mata beberapa orang. Well, apa
itu karena tulisan membuat nama bergeser? Atau tidak sejalan dengan otak
kebanyakkan orang. Toh, kalaupun fakta, apa yang mau dilawan?
Sikon ini
mungkin akan berefek samping kepada para penulis (bisa penulis pro, atau
penulis belia newbie yang baru-baru ingin mengepakkan sayapnya untuk menulis
secara berani) . Karena bagaimana pun caranya, tulisan “keberanian” dengan model apapun yang dibuat sangat bisa
mengundang segalam macam kontroversi, dibenarkan, diperbaiki, disalahkan,
diplagiati, dan yang lain sebagainya yang terkadang mampu menyeret diri.
Takut untuk
menulis? Ya, haha. Semenjak cases yang mengaitkan dengan tulisan ,mau tidak mau
sekarang harus memikirkan lebih dari tiga kali untuk menuliskannya dan lebih
dari delapan belas kali untuk mempublikasinya, mungkin. Takut-takut tulisan
mengundang mata yang benci membacanya, takut-takut tulisan disalahpahamkan,
takut-takut tidak sesuai dengan pendapat yang ingin dikemukakan penulis.
So,
bagaimana ini? Adakah yang ingin menolong? Agar saya, ataupun penulis lain (khususnya
penulis belia) tidak takut untuk menulis, menulis apa saja berlandaskan fakta
dan berbasis keberanian, yang sesuai, yang tadinya ingin mengedepankan
ilmu dan mengemukakan isi otak tidak dianggap sebagai MENGUJAR KEBENCIAN? TIDAK
DI BAWA KE RANAH YANG BERLEBIHAN?


