• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Follow us

VIGESTATION


Sore ini, ku duduk dipertepian
Kutatap awan yang langitnya menguning
Seberkas cahaya dengan ramah menyapaku lewat kecilnya hembusan angin
Kilauan jingga seperti emasnya memaksaku agar ikut menari dalam lingkupnya
Sungguh, menggetarkan hati yang diam-diam bergelora
Mungkin sekarang aku t'lah jadi penikmat senja
Kerap menanti keindahan temaram jingga yang memesona
Sengaja menunggu hingga seluruh piringan matahari menghilang dari garis cakrawala
Dan kini dalam kejapnya ia telah menyeruak dikedua ekor mata
Aku memberi salam pada mereka
Pada dedaunan yang mulai gugur dari teduhnya
Pada terpaan nafas angin yang mulai gusar dikejar musimnya
Dan tentunya padamu, senja yang mulai menua
Kau penenang, penjemput lelah, merebahku dalam dekapan hangat sang maya
Sambil menatap riuh kepada suasana yang memetangkan hari
Senja, engkau telah merengkuhku bersama mesin waktu
Mengilas balik persitiwa dulu seperti de javu
Tanpa izin, kau kenalkan aku kembali dengan masa lalu
Pikiranku kemudian bergelayut lagi padamu, senja
Apa maksud lain Tuhan menciptakanmu dibalik warna seindah itu?
Apa karna siang dan malam selalu bertengkar? Berebut tempat
Padahal tentu malamlah yang akan selalu berpegang
Dan senja terus menjadi panglima ketika langit berubah kelam
Semakin lama, pemandangan yang kulihat semakin tak sama
Jingga dalam matahari perlahan tapi pasti menurunkan intensitasnya
Tak ada kata yang sanggup terlontar karena dibuatnya
Inilah teja, akhir dari sebuah senja
Masa yang begitu singkat
Mengapa senja datang tiba-tiba dan berkelebat dengan cepat?
Terasa, hanya harapan semu yang saat ini kudapat
Karena pada akhirnya,
Aku pasti terjerembap oleh gelap yang selalu merangkap
Hai senja,
Sampai kapan pesonamu berhenti memikat?

(sajak: 16 November 2014
pic: 16 Desember 2016)






Hasil gambar untuk lelaki pengembara







Selamat petang,  lelaki pengembara. . .
Mesin waktu bilang,
Hari kemarin yang ku-minta tak bisa ia kembalikan
Yang membuat tidak ada hal walau sekecil apapun yang bisa beri untuk kau kenang atas diriku

 Jadi . . .
Hapus saja ingatan sisamu tentang sejuta detik itu,
Lenyapkan sampai apapun yang mengaitkan tentangku musnah dalam imajimu
Lalu mengembaralah
Mengembara yang jauh,

Sampai diujung sana. . .
kau menemukan sebuah langkah yang nyaris mengangkat tangan untuk menunggu
Yakini hatimu bahwa kaulah sosok yang dinanti-nanti. . .


Sementara aku. . .
Aku akan mengamatimu menjalin entah apa itu namanya,
bersama dia dari atas bebatuan ini

Beritahu aku jika semuanya sudah pasti. . .
Setelah itu tanpa kau sadari aku akan mendorong kakiku sendiri
Untuk menjauh pergi. . .

Kemudian jangan lupa,
Untuk tidak kembali lagi
Karena. . .
Karena mungkin nanti kau akan kecewa
Mendapatiku yang tidak bisa  lagi
menerka-nerka apa aku pernah bertemu denganmu beberapa juta detik belakang
Yang terhitung dari kini . . . 


-Bangka Belitung, 18 Agustus 2016



.
Suatu hari, di mana hari terakhir gue menyelesaikan malapetaka penuh anugerah .Karena soal dan jawaban udah gue kumpul, alhasil setelah habisnya waktu gue hanya mampu menatap kartu ujian gue. Tiba-tiba gue kaget, tersentak, terkejat-kejut, terbengong, ter-enggak percaya *ah elah , ada seorang pengawas yang nggak nandataangin kartu ujian gue. Ows ini tidak bisa dibiarkan!
Gue dan kedua orang temen gue yang gak ingin gue sebutin namanya*haha mang enak* segera melesat secepat jurus seribu bayangannya si narto *wkwk menuju ruangan dosen. Gue berhenti di depan ruangan dosen botani gue. Pintu ruangannya terkunci rapat namun gue bisa ngeliat tanda-tanda ketidak hadiran dosen tersebut.  Karena kaca ruangannya trasnparan akhirnya, gue Cuma mandangin mahakarya yang baru aja angkatan kami kumpulin. Mahakarya yang sempet ngerecokin otak-otak mahasiswa akhir semester 2 wkwk. Sebenernya itu tugas udah lumayan jauh-jauh hari ditugasin ama dosen, tapi.. ya you know lah anak-anak peralihan macam kita-kita hobinya apa, NUNDA. YES! OF COURSE!  Minggu-minggu masa tenang kita isi buat ngerjain itu mahakarya, sampe-sampe gue hampir mo buka puasa saking gak tahannya dibantai itu mahakarya.  Hahaha, untungnya gue bersyukur masih punya sohib sehati malaikat yang ngancem bakal ninju pala gue kalo gue sampe buka puasa gini hari. HAHAH dikata gua bocah paan yak:p
Oh iya gue lupa kasih tau apa mahakarya itu, yep! Namanya adalah herbarium.
Kelompok gue ditugasin nyari buah mangkelik. You know buah mangkelik. Awalnya gua putus asa karena berpikir nggak bakal nemu nama ilmiah itu buah secara gua aja baru denger ada nama buah mangkelik. Tapi, untung-dan untungnya yang lagi ada temen gue yang hapal banget apa-apa itu buah langka in the world aiish two thumbs up lah buat kalian. Dan terimakasih buat kakak yang udah bikin jurnal buah mangkelik, because we can find out the classification, wkwk.
Nah, balik lagi ke cerita gue di awal. Gue jadi flashback sama apa yang udah gue lewatin dari masa asistensi (baca: semester 1) sampe ke semester 2 ini. Lagi-lagi gue harus bilang, kalo gue nggak nyangka udah berlalu aja semuanya. Times flies nya kecepetan. Gue yang tadi masih malesin banget ditempetin di jurusan yang tak gue inginkan sebelumnya ini perlahhan gue mencoba membuka hati. Sayangnya pada waktu itu karna di hati gue udah ada kamu, iya kamuu J akhirnya jurusan itu gak sempet nyangkut di hati gue. Wlkwkwk. Tapi sekarang, gue mencoba untuk menjalaninyas saja, mulai belajar lebih dalam, seribu kali lebih dalam dari sebelumnya tentang jurusan ini. Gue jujur, meskipun sampai saat ini yang namanya “ritme” itu masih susah untuk ditemukan. TERSERAHLAH! Gue Cuma berharap God menyesatkan gue di jalan yang bener. Udah, itu aja do ague sekarang, gak muluk-muluk dah, sumvee..
Tapi biar katague masih kesulitan menyatukan langkah di sini, bukan berarti nggak ada apa-apa yang udah gue dapet. Emang, semuanya masih hijau, masih burem, dan jauh banget disbanding orang-orang yang lebih siap dan merasa ia gak salah jurusan di luar sana, teteup, gue punya ilmu yang nantinya bisa gue bagi-bagiin sama kalian di sini, eeaaak:p ilmu cara nyangkul yang keren misalnya, atau  ilmu ngilangin serangga-serangga nakal di tanaman.
Yah, segitu aja curhatan nggak jelas gue. Thanks herbarium a.k.a masa-masa semeseter II gua yang berliku-liku. Im ready to the next chapter!




Hasil gambar untuk ookami shoujo to kuro ouji live action 

Ookami Shoujo To Kuro Ouji merupakan sebuah film live-action yang diangkat dari sebuah manga karangan Ayuko Hatta. Film ini kalo nggak salah rilis pada 28 Mei yang lalu di Jepang. Film ini menceritakan kisah percintaan remaja SMA.  Erika- Shinohara yang diperankan oleh Fumi Nikaido adalah seorang gadis yang sama sekali belum memiliki pengalaman tentang percintaan, dan agar ia tidak dikucilkan dari geng pertemananya, ia akhirnya berpura-pura memiliki pacar. Tapi teman-temannya tersebut sedikit merasa aneh dengan Erika karena Erika sama sekali belum pernah mengenalkan “cowok” nya kepada mereka bahkan untuk menunjukkan fotonya saja Erika terpaksa bilang kalau cowoknya itu amat susah untuk berfoto. Hingga sampai suatu hari, Erika berhasil mencuri potret seorang cowok yang sedang berjalan di depan restoran dan hari hal itu lah kisah cinta Erika bermula. 

Diperlakukan layaknya “dog” ? Hmm.. Kayaknya itu yang harus dilakukan Erika agar Sata nggak ngebocorin rahasianya di hadapan umum. Sata yang diperanin oleh Kento Yamazaki cowok cool kelas 8 di sekolah mereka yang jadi idolanya para cewek-cewek, termasuk personil-personil di geng pertemanannya Erika. Banyak banget kesulitan yang Erika hadapi selama menjadi pacar bohongannya Sata ,Sata yang bawaannya jutek, sarkas, dan suka ninggalin Erika gitu aja kadang bikin Erika kesel dan merasa bodoh sendiri. Tapi disisi lain, ia harus tetap patuh kepada “tuannya” itu agar permainan berjalan sesuai ekspektasi.
Dan sampai suatu hari, Erika sadar.. bahwa perasaannya tumbuh kepada pacar bohongannya itu…

**

Iyak, haha. Itu adalah spoiler dikit gue tentang Ookami Shoujo. Yang udah pernah nonton ini pasti di ending cerita bakal kebawa baper, wkwk. Kalo gue sih enggak, gue kebawa laper. Abisnya itu gue nonton pas jam 11 sebelum gue cau buat lunch :’) tapi gue fokus kok nontonnya, hahah. Gue udah jatuh cinta sama aroma-aroma cerita awalnya,  tentang gadis polos yang sengaja masuk ke sebuah geng dan ia mengaku-ngaku nggak jombs dihadapan teman-temannya biar dapat pengakuan, tentang pertemuannya dengan Sata yang bener-bener konyol *ini karna Erika, alhasil bikin mereka jadi bareng. Hoho yang ini unexpected wkwk.  Gue lumayan anyut sih sama alurnya, kadang dibikin kesel sama Sata yang kejam ke Erika, tapi gue juga suka liat kalo Sata lagi ngebela Erika. Berasa kayak mereka pacar sungguhan aja. :p
Salah satu adegan yang complicated  menurut gue adalah Erika menyatakan perasaannya kepada Sata tapi Sata sama sekali nggak menanggapi dengan baik, bikin Erika kesel dan numpahin air ke wajah Sata. Disaat itu Erika mulai kehilangan harapan trus pengen berhenti buat jadi “dog” si “tuan”-nya.
Nah, endingnya sih lumayan lah, walaupun kurang “nendang” dikit tapi bikin gue kagak bisa move on dari film nya :’( wkwk.
Oke, segitu dulu review singkat gue seputar film Ookami Shoujo versi live action.Bagi kalian yang lagi kagak ada tugas negara dan butuh piknik di rumah biar nggak panic, nonton ini. Hehehe. :D














           


Selamat pagi!

Salam olahraga!
Hahaha.

Pagi yang cerah sedang menatapmu, jangan tatap balik ia dengan kosong, ya. Mari buat daftar mimpimu dan mulailah bekerja untuknya :)
Hari ini adalah hari senin yang menyenangkan. Bagaimana senin bisa menyenangkan? Tentu saja. Libur di hari di mana orang-orang sedang  panas-panasan melaksanakan kegiatan upacara, di temani dengan secangkir teh, wafer, dan sebuah buku tebal yang ingin di review. Iyak, ini saya banget. Hahah.

Ngomongin masalah libur, semakin hari sisa liburan saya semakin terkikis. Dan tepat entah di senin ke berapa sejak saya libur, beberapa hari ke depan saya bakal berkutat lagi dengan kegiatan perkuliahan.
Makanya, saya nggak mau menyia-nyiakaan sisa liburan itu. Tapi menelisik beebrapa minggu ke belakang, saya kira saya kelewatan banget malasnya.  Keinginan saya yang pengen bikin naskah novel buat lomba selalu di ulur-ulur, padahal waktu yang diberikan itu panjang sekali. Kira-kira dari hari sebelum saya UAS, dan seharusnya saya sudah menyelesaikan naskah itu karena saya menargetkan berapa halaman yang akan saya tulis. Tapi dasar manusia, rasa mala situ mengalahkan apapun di dunia ini. Waktu luang malah saya pakai buat hang-out dengan orang-orang terkonyol. Yah sih hang-out emang mantep banget di waktu-waktu liburan kayak gini. Tapi nggak sampe harus melewatkan project novel yang saya ingin kerjain kali. Dalam seminggu, saya bisa-sampai tiga-empat kali bertandang ke pantai. Wkwkwk. Anak keren hang-out ke pantai :v

Dan tepat di senin ini, deadline lomba itu berakhir.Naskah saya Cuma stuck di halaman 63 dan selebihnya saya nggak sanggup lagi melanjutkannya. Semuanya nggak sesuai ekspektasi, di mana saya  menargetkan pengen ngirimin naskah puisi, cerpen, dan novel dalam lomba itu, eh nyatanya saya Cuma bisa nyelesain sebuah cerpen doang. ZZZ

Janji saya yang pengen nge-giveaway lagi pun, mana? Nggak totalitas. Dan terhitung dari Mei -sampai ke bulan ini, saya nggak pernah lagi kecipratan buku gratis. OMG, kasihanilah akuuuuL

Tapi, apapun itu. Terlepas dari semua kelemotan saya dan hobi saya yang suka nunda-nunda sesuatu, saya selalu menghargai dan terus mengoreksi diri, agar di hari-hari berikutnya saya bisa lebih konsisten lagi. Eakk. Meskipun saya juga bingung sih, pencapaian kece apa yang udah saya dapetin sampai di Bulan ini. Masih hijau banget. Heheh.


Ah, udah ah. Keringetan nih saya nulisnya. Belom mandi soalnya, :p
Eh by the way, ada yang nanya tuh “Ges, sudut pandang lo di blog labil amat ya, kadang pake gue kadang aku, sekarang pake saya? Tobat lu? Wkwkwk”
Hahahaha jadi gini, saya juga aneh sendiri sama saya yang lagi-lagi nggak konisiten sama masalah sudut pandang. Intinya semuanya bergantung besar pada mood, kalo lagi pengen pake gue, ya gue akan pake gue, kalo pangen pake aku, ya aku bakal pake aku, dan kalo pengen pake saya, saya akan  pake saya, dan seterusnya… Yah begitulah, hahahah.

Tapi seperti apapun sudut pandang saya, meski di ratusan tahun nanti saya mood saya lagi pengen make “dedek, atau berbie, atau hayati, atau apalah itu” saya harap kalian bakal tetep stay tune untuk baca-baca cantik postingan-postingan saya. Muehehhe.
Oke deh, sampai sini dulu, ya. Kalian semua jangan lupa semangat terus, doa saya menyertai kalian J hihiiii

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

LATEST POSTS

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN
  • Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah

Categories

  • novel 1
  • review 1

Featured Post

[BOOKREVIEW] Everything We Keep - Kerry Lonsdale

Tittle: Everything We Keep Author: Kerry Lonsdale Penerbit: PT Elex Media Komputindo Release: 17, July Published by the arra...

Recent Posts

VIGESTATION
Diberdayakan oleh Blogger.

Fashion

Laporkan Penyalahgunaan

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • Januari (1)
  • ►  2018 (1)
    • Juli (1)
  • ►  2017 (21)
    • Desember (1)
    • November (3)
    • Oktober (1)
    • Agustus (2)
    • Juli (5)
    • Juni (3)
    • Mei (4)
    • Januari (2)
  • ▼  2016 (12)
    • Desember (1)
    • Oktober (3)
    • Agustus (2)
    • Mei (1)
    • Maret (1)
    • Februari (3)
    • Januari (1)
  • ►  2015 (18)
    • Desember (3)
    • November (2)
    • Agustus (4)
    • Juli (3)
    • Juni (2)
    • Mei (2)
    • April (1)
    • Januari (1)
  • ►  2014 (3)
    • November (1)
    • Oktober (2)

Cari Blog Ini

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2017 (21)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2016 (12)
    • ▼  Desember (1)
      • Ketika Senja Menyapa- VRDY
    • ►  Oktober (3)
      • Lelaki Pengembara
      • [ByeHelloChapter] #2
      • [Film Review] Ookami Shoujo to Kuro Ouji - Japan
    • ►  Agustus (2)
      • #CuapCuap2016 - Part 2
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (18)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)

Subscribe

Stay Connected

Follow us

3/Food/post-list

Like us on Facebook

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here. This is an optional text area which you can hide or delete from the layout. Its totally dependent upon you if you want this text area or not.

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • Bloglovin
facebook twitter instagram pinterest bloglovin etsy

About me

Read More

Months had too ham cousin remove far spirit. She procuring the why performed continual improving.

Follow Us

  • medium
  • youtube
  • instagram

Boxed Version

  • boxedVersion
  • Home
  • Megamenu
    • Travel
    • Lifestyle
    • Fashion
    • Beauty
  • Social
  • Features
    • Left Sidebar Post
    • Fullwidth Post
    • Right Sidebar Post
  • Blog
  • Download
  • Home
  • About
  • Contact

Contact

Mengenai Saya

Vigestha
Lihat profil lengkapku

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Welcome to my personal blog

Welcome to my personal blog
share tips, thoughts, and useful random things.

Categories

Labels

  • novel 1
  • review 1

My Instagram

My Instagram

Default Variables

  • disqusShortname
  • commentsSystem
  • fixedSidebar
  • postPerPage
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest

Social Plugin

  • facebook
  • twitter
  • reddit
  • pinterest
  • linkedin
  • vk
  • instagram
  • youtube
  • whatsapp
  • rss

Menu Footer Widget

  • Home
  • About
  • Contact Us

Romantic

Pages

  • Beranda

Traveling

Popular Posts

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN

Link List

  • Home
  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Mega Menu
  • Learn Blogging
  • Documentation
  • _Web Documentation
  • _Video Documentation
  • Download This Template

About Me

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here.

Popular Posts

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN
  • [Naskah Drama] "Kembalikan Indonesiaku" 2016
  • [Novel Review] Muara Rasa—Deva Annesya
  • Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah
  • The First Time Ngecuap
  • Review Sebelas – Dya Ragil
  • [Review] Brink of Sense— Mertha Sanjaya

Advertisement

Category3

Vintage

Copyright © 2015 VIGESTATION. Designed by OddThemes