Kena Virus Writers' Block? Apa Solusinya?


How to Adapt Your Book Into a Screenplay:
pinterest.com


Pernahkah lo ngalamin kejadian kek gini: duduk berjam-jam di depan PC/laptop sambil memandang layar ms.word yang kosong melompong disertai dengan ide-ide yang bergentayangan di kepala tapi sulit banget buat dikeluarkan? Selamat. Elo terdeteksi kena sebuah “virus” cool di dunia menulis abad ini. Writers’ block.
                     Writers’ block? Apaan tuh? Gak ada yang tau?
Writers’ block adalah keadaan dimana seseorang tidak dapat meuangkan segala idenya ke dalam tulisan. Pikiran menjadi buntu, otak terasa kaku, lidah terasa kelu, seolah ada yang menghalangi untuk mengeluarkan sesuatu (baca: gagasan). Biasanya writers’ block ini muncul di saat penulis hendak memulai kegiatan menulisnya, penulis kesulitan harus memulai dari mana atau mengawali tulisannya dengan kalimat seperti apa.  Writers’ block juga bisa terjadi  saat penulis ingin melanjutkan tulisannya yang setengah jadi. “Duh, apa lagi ya yang harus ditulis selanjutnya?” ,Begitulah kira-kira.  Gagasan-gagasan yang tadinya mengelilingi kepala seketika hilang entah kemana. Kira-kira apa penyebabnya, ya?

Menurut keempirisan gue ditambah bantuannya bang google ada  beberapa faktor yang menyebabkan  mengapa writers’ block bisa terjadi. Diantaranya adalah:

Suasana
Suasana  adalah awal dimana sebuah tulisan dapat tercipta. Suasana dalam hal ini, bukan hanya suasana dari hal eksternal, misalnya kondisi/lingkungan di mana tempat kita menulis, tetapi juga suasana yang berada dalam hati. EAAK:P Jika penulis berada pada suasana atau yang baik maka akan bermunculanlah ide-ide segar di kepala penulis yang siap untuk segera dituangkan ke dalam tulisan. Sebaliknya, jika penulis berada dalam suasana hati yang kacau, galau, andilau, maka penulis juga akan kesusahan mengeluarkan gagasan yang ada dalam pikirannya menjadi tulisan. Kalaupun dapat dikeluarkan, karakter tulisan itu  terkesan agak terburu-terburu dan dipaksakan. Tulisan itu pun biasanya tidak akan sebaik bila ditulis dalam suasana yang baik.

Kehabisan Ide
Bayangkan saja, saat lo tengah asyik-ayiknya menuangkan pemikiran-pemikiran lo ketika  menulis, kemudian di sebuah waktu yang sama lo nggak bisa melanjutkan kegiatan menulis seketika. Coba tebak apa yang terjadi? Ya, kehabisan ide. Tiba-tiba saja ide yang tadinya begitu banyak di otak kita mendadak mangkir entah kemana. Alhasil, jari-jari teman-teman tidak akan lagi menari-menari ceria di atas keyboard.

Kelebihan Ide
Ternyata selain kehabisan ide, kelebihan ide juga bisa menyebabkan seseorang terkena virus Writers’ block? Ya, benar sekali. Terlalu banyak ide-ide yang bermunculan di otak penulis akan membuat penulis kesusahan menyortir ide mana yang harus ia keluarkan. Terlebih lagu terlalu banyak makna kalimat yang sama yang ia miliki. “Pilih yang mana nih? Bingung.”

Banyak Pikiran/Diburu sesuatu
             Mungkin teman-teman pernah menulis dalam keadaan tergesa-gesa, atau sedang memikirkan sesuatu hal yang saat itu sulit untuk disingkirkan. Awas, pemicu munculnya writers’ block. Kadang, ketika menulis penulis harus memiliki suasana dan pikiran otak yang fresh agar memudahkannya untuk memunculkan ide-ide baru dalam kepala. Namun, bila yang terjadi adalah penulis menulis dengan diburu sesuatu, hal tersebut akan membuat perhatian penulis terbagi-bagi dan akibatnya penulis kesulitan untuk fokus menulis dan menuangkan ide-idenya.

Jarang menulis
Nah, ini adalah penyebab utama sebuah virus cukup krusial  (writers’block) melanda seorang penulis.  Semakin tidak intens/rutin penulis melakukan aktivitasnya menulis, maka semakin kerap juga penulis akan mengalami kesulitan untuk menulis. Meskipun penulis telah memiliki sekian banyak bahan, atau ide yang siap untuk membantunya menulis bisa saja jari-jarinya tiba-tiba kaku untuk berselancar indah di atas keyboard. Nah kalau sudah terkena virus block writers seperti ini, apa yang harus dilakukan? Menutup lembaran di ms.word yang bahkan masih berupa halaman putih suci belum ternodai itu atau mengisinya dengan deretan kalimat yang bisa saja terkesan seperti dipaksakan?

Setiap penyakit pasti menawarkan obat untuk mengatasi penyakit tersebut. Sama seperti writers’s block. Selain terdapat penyebab dan akibat, tentunya ada berupa solusi bagaimana cara mengatasi virus yang lumayan berbahaya ini. writers’s block.

Buatlah suasana senyaman mungkin.
Berada pada keadaan yang nyaman tentunya akan membuatmu semakin bergairah dan semangat untuk mengawali aktivitas penulis dalam menulis. Hal ini secara tidak langsung akan membuat suasana hati kita juga menjadi baik dan menyenangkan. Suasana hati yang baik akan membuat penulis dapat merangkai ide-ide yang keratif dan cemerlang. Penulis juga tidak akan kesulitan menuangkan ide-ide tersebut melalui bentuk tulisan.

Perbanyak mencari ide
Mencari ide dapat menjadi salah satu metode untuk mengatasi “virus” writers’ block. Pertanyaannya: bagaimana cara mencari ide? Apakah ide datang dengan sendirinya?
Seorang penulis yang kreatif adalah penulis yang disiplin menggali ide-ide dan gagasan dari berbagai sumber, bukan sekadar berdiam diri dan menunggu ide datang. Ide tidak datang dan tidak akan pernah datang begitu saja. Cara mendapatkan ide pun bisa kita temui lewat membaca. Membaca adalah membuka jendala informasi. Dengan membaca kita akan mendapatkan banyak wawasan yang dapat memunculkan ide-ide segar dan inovatif yang dapat menjadi acuan dalam memulai atau melanjutkan tulisan.

Ambil ide seperlunya
Bila merasa terlalu banyak ide, seyogyanya untuk menjatuhkan pilihan terhadap satu ide dan menyingkirkan sejenak ide-ide lain yang tengah berserakan di kepala. Hal ini untuk membuat kita dapat berfokus terhadap sebuah ide yang dapat penulis kembangkan lebih baik lagi. Jika bergantung pada banyak ide, penulis akan kesusahan menyingkronkan ide-ide tersebut untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Pilihlah ide yang benar-benar sesuai terhadap bahan tulisan kita.

Re-fresh Otak
Kalau benar-benar merasa mumet untuk menulis, lebih baik tutup layar ms.word dan lakukan kegiatan yang ada menyegarkan otak. Menyudahi aktivitas menulis dalam kegiatan ini bukan menyuruh kita untuk benar-benar berhenti mengerjakan tulisan yang tak selesai itu. Tetapi untuk merilekskan fisik dan brain kita untuk melanjutkan aktivitas menulis lagi di lain waktu. Sementara itu pergilah ke tempat-tempat yang menurut lo akan mendapatkan banyak kesenangan yang bermanfaat di sana. Misalnya mengunjungi museum atau perpustakaan kota. Teman-teman juga dapat melakukan aktivitas yang mengasyikan, seperti berolahraga, menonton film favorit, menamatkan bacaan, atau tidur. Tidur juga dapat membantu kualitas otak kita agar dapat melakukan kinerja secara optimal.

Rutinlah menulis.
Tidak peduli seberapa banyak karya yang dapat dihasilkan, jika lo menuliskannya dalam rentang waktu yang lama, writers’ block bukan berarti tak bisa hinggap pada diri lo. Justru dengan disiplin menulis walaupun sedikitlah yang akan semakin membiasakan jari-jari lo dapat berselancar dengan indah di atas keyboard. Dengan semakin seringnya menulis, ide-ide segar akan semakin banyak bermunculan, dan tentunya tidak akan membuat kita kesulitan untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Nah gaes, itu tadi sedikit tips gimana cara mengatasi Writers’ block. FYI yeah, Writers block bukan berarti tidak bisa dialami oleh penulis professional. Writers’block adalah fenomena yang dapat menyerang siapa saja saat sedang menulis Jadi, teman-teman tidak perlu takut bila mengalami “virus” writers’ block ini. Yang terpenting sering-seringlah untuk melakukan exercise, agara bisa mendapatkan result yang baik dalam menulis. See ya on top!:D

Share:

0 komentar