Teruntukmu, yang Masih Sulit Ku Usir Senyumnya dibenakku
Satu hal
yang bisa aku pelajari lagi,
Bahwa
hidup begitu seimbang dengan putih dan hitamnya, tinggi dan rendahnya, lapang
dan sempitnya.
Juga
bahagia dan rasa sakit.
23 menit
yang lalu adalah gembira tak terkira, tapi siapa sangka detik berikutnya menjelma terpuruk dahsyat.
Aku
belajar banyak dari kamu.
Belajar
bahwa keseimbangan itu begitu nyata dan dekat.
Kau
adalah alasanku bersuka cita
Dan juga
penyebab hatiku yang terluka
Kau
adalah penyakit dan obatnya, yang tak dapat kupilih salah satu saja.
Begitu
adil.
Denganmu,
aku juga tahu tentang bagaimana rasanya mencoba mengerti.
Mengerti
bahwa semuanya butuh waktu dan adaptasi
Kau
ajari aku rasa sabar.
Saat apa
yang telah ku ekspektasikan batal jadi realita
Kau
mungkin bagai embun ,yang menyejukkan
Tapi aku
takut jika sewaktu-waktu kau tercairi
Kau
turun sebagai hujan membentuk mahkota
Indah
ditengah sendu
Lalu
sengaja mencipta kenang
Sudah
lama aku ingin lari
Mengubur
segalamu dalam-dalam
Sampai
aku lupa
Tapi,
senyummu bahkan terlalu sayang untuk kulewatkan
Aku
benci dirimu, tapi aku tak bisa tidak berkata jujur
Bahwa
aku menyayangimu
…
![]() |
| pinterest.com |
Teruntukmu,
yang
masih sulit ku usir senyumnya dibenakku~


0 komentar