• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Follow us

VIGESTATION




 Ku perhatikan arlojiku bergerak.
Sedikit bernafas tenang, sebab ini kali pertama aku berhasil menggumam; “Aku tidak terlambat”.
Kududuk di pertepian batu besar  bergelimang.
Mataku menemukan udara diperaduan.
“Sudah rutinitasnya mentari yang terbit akan terbenam di langit Tuhan . Bukanlah lagi jadi fenomena yang istimewa.”
Suara asing berjenis bass itu sama sekali tak mengagetkan nada jantungku.
Ia mendekat. Ikut duduk di sebelahku.
“Sebagai wanita karier dengan jadwal yang tak pernah sepi, aku menikmati nikmatNya yang tak mampu kudustakan ini. Lagi pula, apa urusannya padamu?”
“Aku hanya bingung dengan wanita berusia 30 tahun yang masih gelagapan mencari jati dirinya.”
Sontak mataku menyorot mukanya tajam.
 “Maaf. Tapi aku kerap melihatmu bertandang kemari. Meski bukan pada jam ini.”
“Bukankah siapapun berhak merangkai cara liburannya sendiri?”
“Lalu, apa maksud jati diri seperti katamu?”
 “Air mukamu menyirat kekacau-balauan.”Kemudian bibirnya moncong mengarah ke wajahku.  Padahal dia punya telunjuk atau jempol untuk menunjuk wajahku tapi dia lebih memilih cara yang salah.
Mendongakkan kepala, terpejam.
Meneriaki dalam hati.
Denting arlojiku yang tak bersuara terus berjalan. Mentari tak lagi terlihat, yang ada hanya sinarnya  menge-coklat.
Aku sengaja tak membalas gurauan sarkas sosok itu, lebih baik menyelami kesah laluku dan berusaha melepasnya.
Semburat cahaya menerpa, segera bersyukur untuk hari gratis ini.
















“Cinta Tak Perlu Tanda Baca”—Sri Ulang Sari


Gaes.. Ive back! Sedang hanyut bersama buku apa kalian, gaes? Merapat dulu yuk, because I have to share review from a novel Ive read this time.
Novel yang saya ulas ini adalah novel terbitan Kinomedia. Duh, kenapa denger Kinomedia saya langsung keinget hestek galonkopi yaak-,- heheh cuss.







Judul: Cinta Tak Perlu Tanda Baca
Pengarang: Sri Ulang Sari
Penyunting: Arya Putera Negara
Cover Design: Aruka
Layout: Andhika
Penerbit: Kinomedia
Vi + 175 hal, 13x19cm
Cetakan pertama, 2015




“Titik atau koma bagiku sama saja, tak menghentikan apapun atau melanjutkan apapun. Kisah cinta ini tak perlu tanda baca untuk menyelesaikan segalanya.”

Ada sekian banyak problema cinta di dunia ini, tapi aku tak mengerti mengapa ada laki-laki yang benar-benar tak berhasrat pada seorang perempuan meski dia telah menyerahkan dirinya secara utuh sekalipun. Aku tahu cinta tak pernah butuh alasan tapi butuh balasan dan dalam hal ini aku tak memperoleh itu. Meski di dalam hatiku bagai remuk, namun aku sadar tak selayaknya aku memaksakan keinginanku. Setelah sekian lama bertindak bodoh di depannya, sekarang mataku terbuka lebar aku tak punya tempat di hatinya. Tak ada. Semua tempat itu telah diisi oleh seseorang meski aku tak pernah mau percaya ada cinta yang demikian itu.


Setelah jatuh berkali-kali, kehilangan berkali-kali, kini aku paham bahwa tak semua hal harus berjalan sesuai kehendak. Terkadang ada yang bercabang ke mana-mana, ada yang mencapai tujuan dan beberapa malah menemui jalan buntu. Hidup tak ubahnya sebuah perjalanan, dan perjalanan adalah pengalaman, dan cinta adalah sesuatu yang tak habis diselami. Untuk merasakan cinta, kita harus siap mencecapi derita penolakan ataupun kehilangan. Dalam hal ini, aku tak mengalami penolakan, juga tak mengalami kehilangan, aku seutuhnya memiliki cinta. Cinta yang hanya aku yang tahu.



Sebelumnya izinkan saya berterimakasih banyak untuk ini. 

Terimakasih utk TTD nya kak, thanks too @Klubbuku_mks



Cinta Tak Perlu Tanda Baca atau kita singkat saja CTPTB ini adalah novel dari Kak Sri yang pertama kali saya baca. Judul dan tagline-nya cukup menyita perhatian saya.  Novel ini bercerita tentang kisah hidup Diandra beserta problema cinta yang dihadapinya.

Cerita pembuka diawali dengan pertikaian yang terjadi antara Diandra dengan Adrian. Kekasih  yang amat dicintai Diandra, yang telah mengacaukan hati Diandra dengan kesalahannya, hujan menjadi saksi atas insiden perdebatan mereka. Meski tangis Diandra benar-benar pecah, ia masih sanggup untuk memafkan Adrian. Namun, hubungan mereka benar-benar telah terpatahkan saat Diandra menyaksikan pemandangan pahit. Adrian bersama seorang wanita yang tak lain adalah bos Diandra sendiri. Mereka tertangkap tengah menikmati keindahan berdua di Bali. Deandra pergi dengan hati yang hancur.
Diandra kemudian mencoba move on, berusaha menjauhkan diri dan hati dari Adrian, sampai harus pindah kerja. Untungnya di tempat barunya, ia mendapatkan angin segar dengan bertemu Selena, karyawan sesamanya, dan seorang laki-laki yang berhasil menelusup hatinya, Julian Sastrawan.
Sosok Julian yang disuguhkan memang nyaris sempurna, sikapnya terlihat dingin dan tertutup. Fisiknya? Badannya sispack, punya bibir sensual, dan mata biru indah yang  telah membuat seorang Diandra berhasil mengusir Adrian dari relungnya dan mencoba mencari peluang untuk mendapatkan hati atasannya itu.

Namun sayang, respon Julian amatalah berbeda. Dia tidak menanggapi hati Diandra yang benar-benar ia juga sendiri tahu hati itu hanya untuknya. Bahkan, saat Diandra lose control dan berusaha mencuri bibir Julian,malah tamparan kesadaran yang diterima gadis itu.

Awalnya, saya benar-benar nggak tahu sebab Julian not responding terhadap perasaan Diandra kepadanya yang telah menggebu. Dan dijelaskan bahwa Julian punya masa kelam yang membuatnya sulit berdiri dan menata hati lagi. Sampai dichapter terakhir, barulah terungkap apa yang sebenarnya terjadi pada Julian hingga ia sulit membuka hatinya pada Diandra.

Novel ini kadang membawa kita sejenak untuk mengetahui sisi kehidupan seorang Diandra, tentang dirinya yang telah kehilangan orang tua saat usianya amat dini, lalu bagaimana dia mencoba peruntungan hidup dengan bekerja di tempat prostitusi, hingga sampai ia menempuh jalan yang lebih baik dari masa kelamnya dulu. Retno, sahabat Diandra. Saksi atas diri Diandra, pemfasilitas hidup Diandra hingga Diandra bisa menaikkan taraf hidupnya, orang yang kadang telah Diandra anggap bak ibunya sendiri.


Bicara masalah minus, sepanjang saya membaca novel ini banyak sekali typo yang saya temukan.
Beberapa diantarnya adalah.
On page 67  ‘it’ yang seharusnya adalah ‘itu’
On page  74 ‘..karena itu aku ingin melakukan kesalahan lagi..’ seharusnya ‘..karena itu aku tidak ingin melakukan kesalahan lagi..’
On page 83 ‘Selene’ harusnya ‘Selena’
On page 86 ‘... banyak hal Ayah’ harusnya ‘... banyak hal, Ayah.’
On page 89 “Well saatnya bekerja.” harusnya “Well, saatnya bekerja.”
On page 147 “nyusl” harusnya “nyusul”
On page 155 ada dialog dua tokoh yang akhir dan awalnya tidak disertai tanda kutip.

Dan dalam tiap percakapan novel ini sepertinya tidak dibubuhi tanda  koma tiap pada kalimat  misalnya: “Kamu mau kemana Diandra?” atau “Aku pasti datang Ret.” Harusnya disertai. Memang, typo nya ringan. Tapi jika telah cukup banyak seperti ini? J

Tentang masalah kelam yang disembunyikan Julian saya memang awalnya belum bisa menebak. Secara Julian adalah laki-laki dengan “look” yang benar-benar bisa memikat pandangan wanita manapun. Dan juga ketika insiden nama Jendra disebutkan. Saya juga masih belum bisa menebak. Namun ketika Diandra berasumsi bahwa Jendra itu adalah nama laki-laki langsung saya bisa menebak kejanggalan yang terjadi pada Julian. Dan ketika sampai membaca chapter terakhir, puncak konflik tentang Julian tersebut bukanlah lagi menjadi suatu kejutan bagi saya. Coba kalau kalimat tentang asumsi Diandra itu diperhalus mungkin hingga menyembunyikan kalimat seperti itu, pasti yang ada dipikiran saya adalah “Siapa wanita itu sebenarnya?” Soalnya kalau nama Jendra, nggak kentara juga menurut saya. Kecuali kalau namanya Bagas, Yudi, Tino, :D

Dan bicara masalah kelebihannya, beuh.. DIKSI ! Kak Sri kece banget memainkan diksi. Beliau mengemas sebuah kalimat sederhana menjadi sebuah kalimat penuh makna yang anggun dan elegan. Rasanya tiap kalimat yang dijejerkan cocok banget buat dijadiin quotes. Pemilihan kata serta kalimatnya pas, menarik, cantik. Ini yang bikin saya benar-benar menikmati tiap aliran kisah Diandra yang disuguhkan. Diksi memang satu hal yang nggak boleh diremehkan ya, guys.

Its time to rate!
*drumrolls*
3,4
Yeay! Congrats for Kak Sri Ulang Sari aka @hujanrintih2 ,bener-bener ingin menjejaki tulisanmu yang lain ><

Overall, novel ini menyuguhkan problema cinta yang bisa dibilang menyedihkan, karena pada endingnya sang tokoh tidak .... *sensor* *bacasendiriaja* *nggakmauspoil* *:p*
Tapi, dalam CTPTB saya menangkap kesan kalau hidup kita tak selamanya berjalan mulus, hidup tak bisa selalu seperti khendak kita, pasti akan ada jatuh berkali-kali,dan inilah namanya perjalanan. Diandra telah mengajarkan hal itu kepada kita. Meski kisahnya mesti berakhir sedih, tapi Diandra tidak merasa bahwa ia mengalami penolakan. Atau bahkan kehilangan.

Yuk, buat yang belum baca CTPTB segera serbu novel ini. Isi luang kalian dengan memahami kisah problema Diandra, dan temukan pesan yang tersirat. J

Sekian ulasan saya, kita bertemu diulasan berikutnya. See you ^^

Quotes of “Cinta Tak Perlu Tanda Baca”—Sri Ulang Sari 

“Adanya kalanya sebuah masalah didatangkan untuk kita, hanya supaya kita lebih tegar.”—7

“Aku benar-benar tidak tahu dari mana datangnya perasaan sedih ini.”—9

“Kulihat lagi sepasang mata biru itu dan kutemukan ketenangan di sana.”—67

“Ya Tuhan, selama ini aku bernapas, namun kenapa baru kali ini aku benar-benar tidak bernapas untuk sejenak.”—84

“Mengapa disaat aku telah jatuh cinta, di mata dia aku bukanlah siapa-siapa?”—177







3 Koplak Mengejar Cinta – Haris Firmansyah

Kali ini, saya akan mengulas sebuah novel komedi dari Kak Haris Firmansyah. Dari beberapa buku yang berhasil ditelurkan Kak Haris, 3 Koplak Mengejar Cinta adalah novel pertama darinya yang saya lahap. Maapkeun :P



 Judul : 3 Koplak Mengejar Cinta
Penulis : Haris Firmansyah
Penerbit : Wahyu Qolbu
Tahun terbit : Desember 2014
Cetakan : Pertama
Tebal : 284 halaman
ISBN : 9797959465

Kalo demi ngedapetin cewek, elo ditantang suruh kerja nyikatin gigi buaya tiap hari, mau nggak?? Orang normal pasti bilang, “TIDAAAK!!” Tapi buat 3 KOPLAK, jawabannya, “KENAPA TIDAAAK??” Yang penting bisa melepas status JOMBLO AKUT yang melekat pada mereka.


Tiga sahabat; Ardan, Ibam, dan Pasai sedang dalam misi mencari cinta sejati. Ardan, lebay dan labil; Ibam, pemuda ber-IQ jongkok dan over pede; dan Pasai, SANG PENCERAH JALAN KESESATAN. Ketiganya bersaing ngelepas status jomblo. Celakanya, mereka mengincar cewek yang SAMA. Hadeuuh… *Nepuk jidat!!

Belum beres masalah persaingan cinta, eh datang masalah baru. Mereka punya wali kelas baru yang STRICT dan udah bikin daftar siswa “BANDEL” yang terancam bakal nggak naik kelas. Lalu, gimana nasib 3 Koplak selanjutnya? Gimana dengan persahabatan mereka? Apakah mereka akan naik kelas? Gimana pula dengan masa depan kejombloan mereka? Buruan baca deh!!


“Di mana ada cinta, di situ ada jomblo ngarep.” Tagline yang pas buat menggambarkan keadaan tiga remaja SMK ini. Ada Ardhan, Ibam, dan Pasai. Tokoh remaja yang sepertinya mewakili sifat-sifat dan kelakuan remaja di  Indonesia. Ardhan, sebagai tokoh utama dalam novel ini, si “mata empat” yang suka berfantasi, labil, dan mudah mengikuti tingkah sohibnya. Ibam, personil 3 Koplak yang  juga labil dan suka berganti mode rambut ala-ala semaunya. Dan Pasai, petingkah laku alay dan kampungan ini lebih akrab dengan sebutan  Onta Bengkak, si penemu jalan-jalan kesesatan  yang amat menyayangi Umi-nya.
Ini kisah tentang jurnal keseharian mereka bertiga. Yang mengejar cinta. Eaa :P Ardhan yang memiliki perasaan khusus terhadap Aida harus rela turut bersaing kepada Ibam dan siswa lainnya yang juga terpana dengan pesona Aida, gadis  berhijab yang cantik. Bukan hanya Ardhan dan Ibam, si Pasai ternyata juga ikut-ikutan berjuang demi mendapatkan si primadona di sekolah mereka itu. Ya, begitulah 3 Koplak. Jika satu begini, yang lain juga harus begini. Jika satu begitu, yang lain juga harus begitu. Kisah mereka makin seru karena juga dihadiri tokoh-tokoh siswa lain yang ikut berperan di novel ini, ada Sofan dan Albar, dua orang egois di kelas 1 listrik 1 yang dicap oleh 3 Koplak sebagai musuh bebuyutan mereka.  Ada juga Geng Klepto, si penjarah barang-barang di kelas , Geng Tukang Bully,  yang tiap hari kagak ada pembicaran lain selain bully membully mahluk hidup, Si Ardhan bahkan pernah jadi korban pembulian, masa dikatain sapu lidi:D, Geng Pembolos, yang bikin kelas terlihat lengang gak kayak pasar. Mesty, satu-satunya cewek di kelas mereka yang kayaknya ia itu adalah cewek jadi-jadian. Gimana enggak,  cubitan nya its so amazing dan amukannya bak banteng datang bulan yang udah melebihi perangai para awowok di kelasnya. Ada gebetannya Sofan, Icha yang lebih cantikkan Aida kemana-kemana. Gak Cuma para siswa, Kak Haris juga menyuguhi tokoh- tokoh guru, seperti Pak Jatmiko, Pak Royan, Bu Prasasti , dan Bu Kabisat yang nanti akan digantikan oleh Pak Nuh. Pokoknya, Pak Nuh ini akan mengatarkan pengaruh baik bagi murid-murid kelas 1 listrik 1. Tak terkecuali, 3 Koplak.
Well, sebagai novel komedi,  novel ini nggak luput dari bacaan-bacaan yang membuat saya cekikikan diulahnya. Di setiap Bab, ada saja bahan  lucu yang patut untuk ditertawakan. Misalnya tentang  kisah mereka bertiga buat hengkang dari kelas dan memilih buat mantengin tontonan di bioskop, tapi kemudian hal itu urung karena mereka ketemu anak-anak sekolah lain yang alamatnya mereka bakal dijadikan daging cincang, tentang  isi diary Ibam yang nggak kontrol banget, tentang jatuh bangun Ardhan ngerubah diri buat jadi lebih baik gara-gara nasehat Pak Nuh,  trus kisah mereka bertiga yang diajak “nge-date” bersama Aida. Wkwkwk:D
Kelemahan berupa typo rasanya hampir tidak saya temukan. Entahlah, saya terlalu hanyut dengan kekocakkan Ardhan cs yang bukan main :D Cuma ada yang agak saya janggalkan, yaitu tentang Pasai. Kenapa dia? Sampai akhir membaca novel ini, saya tidak terlalu medapat feel tentang Pasai yang didapuk sebagai salah satu personil 3 Koplak tersebut. Saya hanya merasa jalinan persahabatan hanya ada antara Ardhan dan Ibam.  Emang ada sih kisah yang disajikan tentang mereka bertiga, tapi entah mengapa saya rasa itu hanya sebatas biasa. Ditambah ada sebuah kisah yang disuguhkan dimana Ardhan dan Ibam tidak mersepon dan pura-pura mengalihkan Pasai agar anak itu tidak beragumentasi lagi. Trus ada kisah tentang Ardhan yang kehilangan diary-nya, lantas ia dan Ibam berjuang demi mendapatkan diary itu kemali. Dan itu tanpa kehadiran Pasai. Rasanya agak janggal kalau mereka adalah 3 Koplak tapi disaat genting seperti ini tidak disertai salah satu personilnya. Pasai tidak terlalu terlihat menonjol dalam anggota geng ini. Pasai terlihat seperti teman yang ikut-ikutan alias pembuntut Ardhan dan Ibam. Kalau antara Ardhan dan Ibam mereka berdua kelihatan klop banget. Saya malah terkesan menangkapnya seperti 2 Koplak. J
Sekarang saatnya memberi rating. Rating berapakah yang akan saya berikan???
“3.7”
Yey! Congrats for Haris Firmansyah ,terus semangat untuk menulis karena kami menunggu karyamu selanjutnya ^0^
Secara overall, Kak Haris pandai dalam mengangkat sepak terjang remaja sekolah pada umumnya ni negeri kita lewat 3 Koplak Mengejar Cinta. Beliau juga mampu  menyulam kata-kata sederhana  hingga punya esensi didalamnya, pandai mencari kalimat yang sanggup membuat pembaca terbahak dengan adegan-adegan konyol yang dikisahkan. Nilai moril nya juga dapet.
Nah guys, tunggu apalagi buat kalian yang merasa kurang hiburan atau bener-bener pecinta komedi sila nikmati novel 3 Koplak Mengejar Cinta karya Haris Firmansyah ini, dijamin bakal dibuat kayak orang gila yang cekikikan sana-sini dihantam sama jurnal Ardhan  cs dan teman-teman lainnya.  Atau yang lagi kangen masa-masa sekolah. Bisa pantengin nih novel yang juga bakal buat kalian throwback seketika atas kenakalan-kenakalan  dan kesesatan-kesesatan yang mungkin pernah kalian alami seperti 3 Koplak Mengejar Cinta. Apakah kalian seperti Ardhan,  Ibam, Pasai, Mesty, Sofan atau Albar? Wkwkwkwk:D
Quotes of 3 Koplak Mengejar Cinta – Haris Firmansyah :
-“ Jadi,ketimbang nggak naik kelas, mending ngisi diary.”—150
-“Jika kita merasa hari ini adalah hari terakhir kita, kita pasti akan terdorong untuk melakukan sesuatu yang baik.” –202






Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

LATEST POSTS

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN
  • Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah

Categories

  • novel 1
  • review 1

Featured Post

[BOOKREVIEW] Everything We Keep - Kerry Lonsdale

Tittle: Everything We Keep Author: Kerry Lonsdale Penerbit: PT Elex Media Komputindo Release: 17, July Published by the arra...

Recent Posts

VIGESTATION
Diberdayakan oleh Blogger.

Fashion

Laporkan Penyalahgunaan

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • Januari (1)
  • ►  2018 (1)
    • Juli (1)
  • ►  2017 (21)
    • Desember (1)
    • November (3)
    • Oktober (1)
    • Agustus (2)
    • Juli (5)
    • Juni (3)
    • Mei (4)
    • Januari (2)
  • ►  2016 (12)
    • Desember (1)
    • Oktober (3)
    • Agustus (2)
    • Mei (1)
    • Maret (1)
    • Februari (3)
    • Januari (1)
  • ▼  2015 (18)
    • Desember (3)
    • November (2)
    • Agustus (4)
    • Juli (3)
    • Juni (2)
    • Mei (2)
    • April (1)
    • Januari (1)
  • ►  2014 (3)
    • November (1)
    • Oktober (2)

Cari Blog Ini

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2017 (21)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2016 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2015 (18)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ▼  Agustus (4)
      • <!--[if gte mso 9]> <![endif]--> <!--[if...
      • Review "Cinta Tak Perlu Tanda Baca"-Sri Ulang Sari
      • Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah
      • Review Sebelas – Dya Ragil
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)

Subscribe

Stay Connected

Follow us

3/Food/post-list

Like us on Facebook

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here. This is an optional text area which you can hide or delete from the layout. Its totally dependent upon you if you want this text area or not.

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • Bloglovin
facebook twitter instagram pinterest bloglovin etsy

About me

Read More

Months had too ham cousin remove far spirit. She procuring the why performed continual improving.

Follow Us

  • medium
  • youtube
  • instagram

Boxed Version

  • boxedVersion
  • Home
  • Megamenu
    • Travel
    • Lifestyle
    • Fashion
    • Beauty
  • Social
  • Features
    • Left Sidebar Post
    • Fullwidth Post
    • Right Sidebar Post
  • Blog
  • Download
  • Home
  • About
  • Contact

Contact

Mengenai Saya

Vigestha
Lihat profil lengkapku

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Welcome to my personal blog

Welcome to my personal blog
share tips, thoughts, and useful random things.

Categories

Labels

  • novel 1
  • review 1

My Instagram

My Instagram

Default Variables

  • disqusShortname
  • commentsSystem
  • fixedSidebar
  • postPerPage
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest

Social Plugin

  • facebook
  • twitter
  • reddit
  • pinterest
  • linkedin
  • vk
  • instagram
  • youtube
  • whatsapp
  • rss

Menu Footer Widget

  • Home
  • About
  • Contact Us

Romantic

Pages

  • Beranda

Traveling

Popular Posts

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN

Link List

  • Home
  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Mega Menu
  • Learn Blogging
  • Documentation
  • _Web Documentation
  • _Video Documentation
  • Download This Template

About Me

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here.

Popular Posts

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN
  • [Naskah Drama] "Kembalikan Indonesiaku" 2016
  • [Novel Review] Muara Rasa—Deva Annesya
  • Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah
  • The First Time Ngecuap
  • Review Sebelas – Dya Ragil
  • [Review] Brink of Sense— Mertha Sanjaya

Advertisement

Category3

Vintage

Copyright © 2015 VIGESTATION. Designed by OddThemes