Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah
3 Koplak Mengejar
Cinta – Haris Firmansyah
Kali ini, saya akan mengulas
sebuah novel komedi dari Kak Haris Firmansyah. Dari beberapa buku yang berhasil
ditelurkan Kak Haris, 3 Koplak Mengejar Cinta adalah novel pertama darinya yang
saya lahap. Maapkeun :P
Judul : 3 Koplak Mengejar Cinta
Penulis : Haris Firmansyah
Penerbit : Wahyu Qolbu
Tahun terbit : Desember 2014
Cetakan : Pertama
Tebal : 284 halaman
ISBN : 9797959465
Kalo demi ngedapetin cewek, elo ditantang suruh kerja nyikatin gigi buaya tiap hari, mau nggak?? Orang normal pasti bilang, “TIDAAAK!!” Tapi buat 3 KOPLAK, jawabannya, “KENAPA TIDAAAK??” Yang penting bisa melepas status JOMBLO AKUT yang melekat pada mereka.
Tiga sahabat; Ardan, Ibam, dan Pasai sedang dalam misi mencari cinta sejati. Ardan, lebay dan labil; Ibam, pemuda ber-IQ jongkok dan over pede; dan Pasai, SANG PENCERAH JALAN KESESATAN. Ketiganya bersaing ngelepas status jomblo. Celakanya, mereka mengincar cewek yang SAMA. Hadeuuh… *Nepuk jidat!!
Belum beres masalah persaingan cinta, eh datang masalah baru. Mereka punya wali kelas baru yang STRICT dan udah bikin daftar siswa “BANDEL” yang terancam bakal nggak naik kelas. Lalu, gimana nasib 3 Koplak selanjutnya? Gimana dengan persahabatan mereka? Apakah mereka akan naik kelas? Gimana pula dengan masa depan kejombloan mereka? Buruan baca deh!!
Penulis : Haris Firmansyah
Penerbit : Wahyu Qolbu
Tahun terbit : Desember 2014
Cetakan : Pertama
Tebal : 284 halaman
ISBN : 9797959465
Kalo demi ngedapetin cewek, elo ditantang suruh kerja nyikatin gigi buaya tiap hari, mau nggak?? Orang normal pasti bilang, “TIDAAAK!!” Tapi buat 3 KOPLAK, jawabannya, “KENAPA TIDAAAK??” Yang penting bisa melepas status JOMBLO AKUT yang melekat pada mereka.
Tiga sahabat; Ardan, Ibam, dan Pasai sedang dalam misi mencari cinta sejati. Ardan, lebay dan labil; Ibam, pemuda ber-IQ jongkok dan over pede; dan Pasai, SANG PENCERAH JALAN KESESATAN. Ketiganya bersaing ngelepas status jomblo. Celakanya, mereka mengincar cewek yang SAMA. Hadeuuh… *Nepuk jidat!!
Belum beres masalah persaingan cinta, eh datang masalah baru. Mereka punya wali kelas baru yang STRICT dan udah bikin daftar siswa “BANDEL” yang terancam bakal nggak naik kelas. Lalu, gimana nasib 3 Koplak selanjutnya? Gimana dengan persahabatan mereka? Apakah mereka akan naik kelas? Gimana pula dengan masa depan kejombloan mereka? Buruan baca deh!!
“Di mana ada cinta, di situ ada
jomblo ngarep.” Tagline yang pas buat menggambarkan keadaan tiga remaja SMK
ini. Ada Ardhan, Ibam, dan Pasai. Tokoh remaja yang sepertinya mewakili
sifat-sifat dan kelakuan remaja di Indonesia.
Ardhan, sebagai tokoh utama dalam novel ini, si “mata empat” yang suka
berfantasi, labil, dan mudah mengikuti tingkah sohibnya. Ibam, personil 3
Koplak yang juga labil dan suka berganti
mode rambut ala-ala semaunya. Dan Pasai, petingkah laku alay dan kampungan ini
lebih akrab dengan sebutan Onta Bengkak,
si penemu jalan-jalan kesesatan yang
amat menyayangi Umi-nya.
Ini kisah tentang jurnal
keseharian mereka bertiga. Yang mengejar cinta. Eaa :P Ardhan yang memiliki
perasaan khusus terhadap Aida harus rela turut bersaing kepada Ibam dan siswa
lainnya yang juga terpana dengan pesona Aida, gadis berhijab yang cantik. Bukan hanya Ardhan dan
Ibam, si Pasai ternyata juga ikut-ikutan berjuang demi mendapatkan si primadona
di sekolah mereka itu. Ya, begitulah 3 Koplak. Jika satu begini, yang lain juga
harus begini. Jika satu begitu, yang lain juga harus begitu. Kisah mereka makin
seru karena juga dihadiri tokoh-tokoh siswa lain yang ikut berperan di novel
ini, ada Sofan dan Albar, dua orang egois di kelas 1 listrik 1 yang dicap oleh
3 Koplak sebagai musuh bebuyutan mereka.
Ada juga Geng Klepto, si penjarah barang-barang di kelas , Geng Tukang
Bully, yang tiap hari kagak ada
pembicaran lain selain bully membully mahluk hidup, Si Ardhan bahkan pernah
jadi korban pembulian, masa dikatain sapu lidi:D, Geng Pembolos, yang bikin
kelas terlihat lengang gak kayak pasar. Mesty, satu-satunya cewek di kelas
mereka yang kayaknya ia itu adalah cewek jadi-jadian. Gimana enggak, cubitan nya its so amazing dan amukannya bak
banteng datang bulan yang udah melebihi perangai para awowok di kelasnya. Ada
gebetannya Sofan, Icha yang lebih cantikkan Aida kemana-kemana. Gak Cuma para
siswa, Kak Haris juga menyuguhi tokoh- tokoh guru, seperti Pak Jatmiko, Pak
Royan, Bu Prasasti , dan Bu Kabisat yang nanti akan digantikan oleh Pak Nuh.
Pokoknya, Pak Nuh ini akan mengatarkan pengaruh baik bagi murid-murid kelas 1
listrik 1. Tak terkecuali, 3 Koplak.
Well, sebagai novel komedi, novel ini nggak luput dari bacaan-bacaan yang
membuat saya cekikikan diulahnya. Di setiap Bab, ada saja bahan lucu yang patut untuk ditertawakan. Misalnya
tentang kisah mereka bertiga buat
hengkang dari kelas dan memilih buat mantengin tontonan di bioskop, tapi
kemudian hal itu urung karena mereka ketemu anak-anak sekolah lain yang
alamatnya mereka bakal dijadikan daging cincang, tentang isi diary Ibam yang nggak kontrol banget,
tentang jatuh bangun Ardhan ngerubah diri buat jadi lebih baik gara-gara
nasehat Pak Nuh, trus kisah mereka
bertiga yang diajak “nge-date” bersama Aida. Wkwkwk:D
Kelemahan berupa typo rasanya
hampir tidak saya temukan. Entahlah, saya terlalu hanyut dengan kekocakkan
Ardhan cs yang bukan main :D Cuma ada yang agak saya janggalkan, yaitu tentang
Pasai. Kenapa dia? Sampai akhir membaca novel ini, saya tidak terlalu medapat
feel tentang Pasai yang didapuk sebagai salah satu personil 3 Koplak tersebut.
Saya hanya merasa jalinan persahabatan hanya ada antara Ardhan dan Ibam. Emang ada sih kisah yang disajikan tentang
mereka bertiga, tapi entah mengapa saya rasa itu hanya sebatas biasa. Ditambah
ada sebuah kisah yang disuguhkan dimana Ardhan dan Ibam tidak mersepon dan
pura-pura mengalihkan Pasai agar anak itu tidak beragumentasi lagi. Trus ada
kisah tentang Ardhan yang kehilangan diary-nya, lantas ia dan Ibam berjuang
demi mendapatkan diary itu kemali. Dan itu tanpa kehadiran Pasai. Rasanya agak
janggal kalau mereka adalah 3 Koplak tapi disaat genting seperti ini tidak
disertai salah satu personilnya. Pasai tidak terlalu terlihat menonjol dalam
anggota geng ini. Pasai terlihat seperti teman yang ikut-ikutan alias pembuntut
Ardhan dan Ibam. Kalau antara Ardhan dan Ibam mereka berdua kelihatan klop
banget. Saya malah terkesan menangkapnya seperti 2 Koplak. J
Sekarang saatnya memberi rating. Rating
berapakah yang akan saya berikan???
“3.7”
Yey! Congrats for Haris
Firmansyah ,terus semangat untuk menulis karena kami menunggu karyamu
selanjutnya ^0^
Secara overall, Kak Haris pandai
dalam mengangkat sepak terjang remaja sekolah pada umumnya ni negeri kita lewat
3 Koplak Mengejar Cinta. Beliau juga mampu
menyulam kata-kata sederhana hingga punya esensi didalamnya, pandai mencari
kalimat yang sanggup membuat pembaca terbahak dengan adegan-adegan konyol yang
dikisahkan. Nilai moril nya juga dapet.
Nah guys, tunggu apalagi buat
kalian yang merasa kurang hiburan atau bener-bener pecinta komedi sila nikmati
novel 3 Koplak Mengejar Cinta karya Haris Firmansyah ini, dijamin bakal dibuat
kayak orang gila yang cekikikan sana-sini dihantam sama jurnal Ardhan cs dan teman-teman lainnya. Atau yang lagi kangen masa-masa sekolah. Bisa
pantengin nih novel yang juga bakal buat kalian throwback seketika atas kenakalan-kenakalan dan kesesatan-kesesatan yang mungkin pernah
kalian alami seperti 3 Koplak Mengejar Cinta. Apakah kalian seperti
Ardhan, Ibam, Pasai, Mesty, Sofan atau
Albar? Wkwkwkwk:D
Quotes of 3 Koplak Mengejar Cinta
– Haris Firmansyah :
-“ Jadi,ketimbang nggak naik kelas, mending ngisi diary.”—150
-“Jika kita merasa hari ini adalah hari terakhir kita, kita pasti akan
terdorong untuk melakukan sesuatu yang baik.” –202



2 komentar
Alhamdulillah, dapet rating 3,7. Terima kasih reviewnya. :D
BalasHapusYoi Kak! Keep write yaw :D
BalasHapus