Hopeless
merupakan salah satu novel karangan Coollen Hoover. Novel ini menitikberatkan
kehidupan gadis yang beberapa belas tahun belakangan di sapa Sky. Sky hidup
bersama Karen, seorang ibu yang begitu antiteknologi, meskipun begitu Sky tidak
pernah merasa kehidupannya membosankan karena ia memiliki Six, teman dekatnya
yang sangat menyayanginya. Sky dan Six telah terbiasa dengan sebutan “cewek
nakal” yang di cap pada keduanya, hal ini telah dibuktikan oleh Grayson yang
bisa begitu saja menorobos jendela kamar Sky, dan cowok lain yang berhasil
menghabiskan beberapa menit bersama Six secara privasi. Meski belum “tasted”
kata Sky, saya pastikan Karen akan sangat terkejut jika mengetahui hal ini.
Berawal di
sebuah toko makanan, Tuhan mempertemukan Sky dan Holder. Cowok yang penuh
dengan banyak kepribadian; misterius, ramah, agak kasar, dan hal itu membuat
Sky takut dan meninggalkan Holder sendirian sesaat setelah ia menyerahkan kartu
pengenal miliknya. Tapi, sejak saat itu, Sky tidak bisa tidur nyenyak..
Ketika Holder
ditampilkan dalam bacaan, cerita tentang Six menghilang di puluhan lembar
berikutnya. Sky masuk sekolah dan berkenalan dengan Breckin, seseorang yang
kemudian ia nobatkan sebagai sahabat terbaik dipenjuru dunia. Breckin begitu
baik dan terlihat menyukai Sky, tapi sayangnya ia tidak tertarik pada wanita.
Entah secepat
apa, Sky dan Dean jatuh cinta. Sky selalu terpesona dengan setiap “hal” yang
tersedia pada cowok itu. Well, saya kira Hopeless hanya akan fokus pada Sky dan
Dean Holder kedepan. Tapi, ketika suatu malam dimana Holder menyebut kata
“Hope” , hidup Sky tak lagi sama.
Ini bukan
tentang travel time, tapi Sky hanya menemui orang-orang lama dikehidupannya.
Ada banyak sebab-akibat yang terjadi. Menyangkut hal ini dan itu. Termasuk tato
bertuliskan “hopeless” di tangan Holder menjadi tanda bahwa ada dua orang yang
telah berhasil ia kecewakan. Siapa mereka?
Novel ini begitu
lama, tapi saya tidak bosan membacanya. Konflik muncul, pertengkaran Sky dengan
Karen, dan meminta penjelasan pada Ayahnya menjadi pelik, untung saja Holder
selalu disampingnya. Karena Holder adalah obat bagi Sky. Saya senang dengan
cara berpikir Hoover, she is good author, banyak kejadian yang terbuka secara
tak terduga, saya suka dengan kalimat yang ia tuangkan, cara pandangnya cukup
baik. Dan saya kesal karena di ending novel ini
konflik seperti tidak tuntas, padahal menurut saya ada beberapa hal lagi
yang perlu diselesaikan oleh Sky. Six juga sepertinya tidak tahu dengan
kejadian panjang ini. Cerita terlalu berfokus pada “privasi” Sky dan Dean
Holder.
At least, novel ini mengajarkan bahwa cinta bisa
kadaluarsa dan bisa tetap ada sepanjang bagaimana kita meyakininya. I hope I
can read yours another, Hoover.
3,7 stars for
this novel J
0 komentar