[REFLECTION] AYEWLINSL


Yas!

Are you ever felt like “Gila, ni orang hidupnya beruntung banget” , “gue pengen jadi diaa” , “Tuhan adil banget yak ke dia” , “kok dia bahagia terus hidupnya”, dan lain-lain. Pernah nggak lo ngomong kayak gitu ke diri lo sendiri? 100% gue yakin kalian pasti pernah mikir begitu atau bahkan diantara kalian telah mencoba berbagai cara untuk  ngerubah hidup lo seperti hidup orang yang lo inginkan.
Terlintas nggak ada yang salah dengan tindakan itu. Bukankah bertransformasi jadi sesuatu yang sesuai hati itu lebih baik? Hijrah dari hidup yang bikin lo monoton sampe lo puas ngotak-ngatik hidup lo. Biar kayak hidup orang yang lo inginkan, yang kata lo sempurna itu.

Lo ngeliat seseorang, jatuh cinta dengan apa yang ia tampilkan, fisik, mental, gaya hidup, hoki, achieves, dan-lain-lain. Bagi lo meleka terlalu istimewa dalam mendapatkan destiny. Dan tanpa disadari, bagian alam sadar otak lo sketika ingin punya hak yang sama, bebas, dan bahagia, ngejalanin hidup seperti dewa.

Beberapa diantara orang akan bertindak untuk berubah, sebagian berubah dengan adanya dirinya, dan sebagian benar-benar menjadi orang yang diinginkannya, dan sisanya tidak melakukan apa-apa tapi tetap menggerutu menghadap Tuhan atas hidup yang diterimanya.

Ehm, sebelum membahas tentang tindakan berubah mari telisik lebih dulu. Apa yang telah bikin lo menjadi seperti? Ingin keluar dari hidup sekarang. Tentu karena lo membuat perbandingan dengan diri lo sendiri. Membandingkan itu gak bisa jadi hal remeh! Sebelumnya gue udah pernah bikin tulisan di tumblr tentang itu, kalian bisa baca di....

Eh bentar, tumblr udah diblokir:(

Nah, terus emang kenapa? Bukankah untuk mengukur sesuatu terkadang memang perlu perbandingan? Iya. Iya. Tapi tidak semua orang bisa membandingkan dengan baik, lebih dari 50% orang akhirnya akan menyimpulkan hidup mereka tidak terlalu lebih baik disbanding siapa yang dicompare. Kenapa begitu? Karena manusia sibuk mengcompare pada taraf yang lebih tinggi darinya. Impactnya jadi kurang bersyukur.
Rasa kurang bersyukur itu selanjutnya bisa berimbas kepada hal-hal yang kurang baik lainnya. Yang paling utama adalah menurunnya pikiran positif kepada Yang Maha Esa, “kenapa dikasih hidup begini lah, begitu lah, gak kayak si itulah si anu lah.”

Lalu, apa lo sadar dengan orang yang kalian ingin punya hidup sebagai mereka yang kalian inginkan?  orang yang lo ingin punya hidup sebagai mereka yang lo inginkan? Tunggu, ini bahasanya terlalu ribet,

Trus, apa lo sadar kalo si B C, D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z, atau orang yang lo anggap nyaris perfect itu adalah manusia, bukan dewa, dewi, bidadari, malaikat, ratu, raja? Kalau llo anggep mereka manusia, selamat! Pernyataan lo tentang hidup mereka yang baik-baik saja itu salah total.
Manusia adalah tempat salah, kurang, dan dosa.

Jangan pikir hidup mereka sempurna kayak di dongeng. Jalan di karpet merah, baju bagus, otak encer, menawan,  karir cemerlang, uang banyak, punya pacar nggak kayak lo yang ga punya, dan lain sebagainya yang jadi daya ukur kalian kepada mereka. Terlebih kalo kalian mikir mereka gak pernah kena masalah.

Bisa jadi mereka menutupi semua itu, dan parahnya bisa jadi masalah itu lebih parah dari pada masalah lo. Lo gak pernah tau kan? Lagian mana mungkin jaman sekarang orang mau nampilin kekurangannya, sama aaja itu kayak buka aib sendiri.

Nah, terus kalo yang mikir  kenapa orang itu bisa pinter, cantik, karir bagus, itu mungkin karena mereka punya hard effort dibalik itu semua. Lagi-lagi lo gak pernah tau kan?
Trus apa yang harus lo lakuin?

Oke, ngebandingin diri lo sama orang lain sebenernya wajar aja dan malah penting banget. Tapi, please, lakukan dengan cara se elegan mungkin, kayak lo ngeliat hidup mereka tapi lo nggak  sampe pengen berubah total jadi kayak mereka (sampai ngelakuin cara nggak halal), lo bertindak dengan hal-hal yang positif, ex: “dia bisa pinter mungkin karena rajin belajar, nah gue juga harus belajar biar bisa kayak gitu” , “uangnya banyak, mungkin dia banting tulang ke sana ke sini, gue juga harus banyak duit dengan cara MLM eh, dan “dia kok bisa langsing gitu! Fix, mulai besok gua gak mau makan selama  4 bulan waparah”

Ngebandinginnya sampe segitu-gitu aja, tanpa lo pernah ngebanding overall hidupnya bahkan sampe ngelibatin mereka dalam masalah kayak gini, well, kayak haters misalnya. Haters itu kan orang yang nyari masalah hidup orang lain padahal sebenernya hidup dia lah yang bermasalah. WEKAWEKAWEKA.

Intinya lo harus tetap mempertahankan positive vibe dalam hidup lo. Balance your life, setelah mengcompare pastikan lo berkarya dengan bersih demi sebuah perubahan yang lebih baik itu. Terima hidup lo, setiap hari itu berubah, dan nggak mungkin lo akan tetap di jalan ini, artinya peluang lo mengubah hidup akan selalu ada dan emang udah tersedia, tergantung gimana cara lo ngejemputnya. Setiap orang punya hidup yang beda-beda, dan Tuhan lebih tahu kenapa lo ada di hidup lo sekarang. Cuma lo yang tahu cara nyikapin hidup lo sendiri, no one ever! Lihat, betapa kece kan hidup lo ><

Karena nanti, akan selalu ada orang yang lo temuin membuat lo ingin membangun perbandingan, dan gue yakin lo udah tau gimana cara nangkalinnya.

Selamat bahagia hidup dihidup lo sendiri:)



Share:

0 komentar