Media Tanam Buatan, Apa Aja?

Semakin hari perkebangan dibidang pertanian semakin melesat.. Banyak sekali inovasi-inovasi baru yang dibuat demi aktivitas pertanian yang lebih praktis dan tepat guna, contohnya saja media tanam. Media tanam merupakan media/komponen penting sebagai titik tumbuh suatu tanaman. Media tanam buatan dibagi atas media tanam buatan organik dan media tanaman buatan anorganik. For further info, stay tune yaaa.

MEDIA TANAM ORGANIK
1. Cocopeat




adalah media tanam yang terbuat dari sabut kelapa. Lebih jelasnya Cocopeat dibuat dari kulit ari atau sekam kelapa yang diolah hingga berbentuk butiran gabus. Cocopeat teksturnya mirip tanah jadi kemuningkan punya kemampuan adaptasi yang baik.  Saat ini,  Cocopeat  jadi media tanam yang paling sering digunakan. Fungsi Cocopeat adalah untuk menetralkan keasamaan tanah. Kelebihan yang lain yang dimilikinya yaitu lebih tahan lama (karena kebanyakkan hama tidak suka berada di dalam Cocopeat), bisa kembali di daur ulang, dan tentunya mudah digunakan untuk pemula. Oke, ngomongin kelebihan terus, minusnya apa gan? Hmmm  ternyata Cocopeat tidak cocok untuk semua akar tanaman, karena cocopeat dapat menahan air lebih lama maka media tanam ini sebaiknya tidak digunakan untuk menanam tanaman dengan perakaran yang tidak menyukai kondisi basah (ex: brokoli), selain itu meski bentuk dan teksturnya mirip tanah, cocopeat tetap saja  tidak providing unsur hara apapun sehingga saat digunakan sebagai media tanam, kita perlu menambahkan larutan nutrisi lain untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

2. Oke, selanjutnya adalah Spagnum Moss
Yap! Ini adalah bahan tanam yang terbuat dari lumut kering. Spaghnum Moss biasanya digunakan bagi tanaman Orchid. Spaghnum Moss memiliki kemampuan  daya simpan air yang baik, tidak mudah lapuk, mengandung unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman anggrek. Spaghnum Moss juga bisa digunakan dari mulai tanaman menjadi bibit sampai dewasa, wow yak, hehe. Tapi kekurangan yang bisa kita temui yaitu, bahan tanam satu ini masih lumayan mahal, makanya masih agak jarang di gunakan di Indonesia, selain itu Spaghnum Moss lebih diperuntunkan bagi tanaman-tanaman yang memiliki kadar kelembaban tinggi, jadi tidak semua tanaman bisa diaplikasikan dengan media lumut kering ini.

Courtesy of:
urbanina.com

Share:

0 komentar