Judul Film : Sweet 20
Sutradara : Ody C. Harahap
Produser : Chand Parwez Servia
Penulis : Upi
Produksi : Starvision, CJ Entertainment
Produksi : Starvision, CJ Entertainment
Jenis Film : Drama, Comedy
Tayang : Juni, 2017
REVIEW
Sweet 20
adalah film yang mengisahkan tentang Fatma, seorang nenek yang mendadak
hidupnya berubah saat ia mendatangi sebuah tempat studio. Semua itu berawal
dari istri adit, anak semata wayangnya
yang masuk ke rumah sakit perlahan menimbulkan kesedihan Fatma karena beliau
merasa keberadaannya sudah terlalu merepotkan anak, mennatu, serta kedua
cucunya. Ia lalu menyendiri di sebuah bangku jalan, dan menemukan tempat studio
tak biasa.
Cekrek!
Saat
ia keluar, perawakannya sudah berubah 50
tahun lebih muda. Fatma versi now ini *wkwk* diperankan oleh Tatjana Saphira.
Awalanya Fatma jaman now tidak merasa perubahan apapun yang terjadi pada
dirinya sampai-sampai ia menemukan sejumlah anak muda yang menggodai dirinya,
dia lalu melihat dirinya di kaca, dan AAAAA dia berteriak seketika.
“Ternyata takdir tidak mengizinkan kita bersama. Aku harus kehilanganmu sekali lagi.”
Sulit,
untuk membuat orang-orang percaya akan perubahan aneh yang dialaminya. Apalagi
keluarganya, dan Fatma pun memutuskan untuk tinggal di kos-kosan milik teman
oldnya, Hamsah. Ia juga mengubah namanya menjadi idolanya sendiri, Mieke Wijaya.
*oke, untuk selanjutnya di sini tetap gua tulisin namanya Fatma, biar gak
pusing*
Semenjak
menjadi gadis muda, Fatma melakukan banyak hal yang belum sempat ia lakukan pada
saat ia muda dahulu. Berbekal suaranya yang bagus, Fatma akhirnya direkrut
untuk menjadi vokalis band Juna, cucunya sendiri. Okay, I told you, Juna naksir
Fatma, guys. Naksir neneknya sendiri. Wkwkwkwk .
Nah, meskipun Juna naksir Fatma,
Fatma nggak balik naksir juga loh, lah masa iya dia naksir cucunya sendiri:D
.Tapi bau-baunya Fatma naksir Alan, yang diperanin sama Morgan Oey. Alan ini
yang bantu ngebesarin band-nya mereka.
Di cerita awal, gue udah penasaran
banget, gimana caranya Fatma bisa berubah dan settingnya lumayan keren,
Tatjanana juga bagus meranin sebagai Fatma jaman now, tutur bahasa dan cara
bicaranya kopatibel.
Nah lanjut, Hamsah yang pertama kali
menyadari kalau Mike itu sebenarnya adalah Fatma. Hamsah berusaha untuk
memberitahu Adit, tapi sayangnya sulit untuk Adit percaya. Sampai pada suatu
hari Juna mengalami kecelakan pada saat mereka hendak manggung, dan… disitulah
Fatma jaman now akhirnya merelakan kehilangan dirinya yang versi muda itu.
Gue agak bingung membicarakan
kekurangan film ini, karena gue rasa setiap moment udah dipackaging dengan pas.
Gue suka waktu band mereka nyanyi, dan ngaransemen lagu Siapa Dia jadi bagus
gituJ. Film ini nggak Cuma nyajiin
tentang masalah asmara, tapi juga tentang konflik dalam keluarga, hubungan
persahabatan. Kalau mau ngedalamin kisah Hamsah sama Fatma kayaknya bakal bikin
sedih. Hamsah udah lama mendem perasaan ke Fatma, sampai akhirnya mereka menikahi lain orang, tetapi
perasaan Hamsah kalau kata Sandy Sandhoro, tak pernah padam, hingga sampai
mereka menua seperti ini. Eaaa. Itu tuh, cinta se.. tia wkwkk.
Tapi sebenernya gua penasaran
tentang reaksi Alan lebih jauh, hanya siaja tidak dititikberatkan pada hal ini.
Adegan selanjutnya Alan tak sengaja berpapasan dengan Fatma lagi, (tapi yag
versi tua), dan dia tertegun saat melihat jepit rambut yang tersemat di rambut
nenek itu. Persis seperti yang pernah diberikan Alan untuk Mike.
“Kalau dia
bisa mengulang hidupnya kembali, sepahit apapun hidupnya dulu, dia nggak akan
ngerubah apapun, karena hanya dengan begitulah, dia tetap bisa menjadi ibumu.”
Well, overall film ini bagus banget.
Banyak pesan yang bisa lu raup kalo lu
bisa ngeliatnya Dan… liat ending
film ini, gua jamin lu pasti bakal bilang… “ASEEEEEM” hahahaha










