• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Follow us

VIGESTATION


Judul Film  : Sweet 20
Sutradara   : Ody C. Harahap
Produser    : Chand Parwez Servia
Penulis      : Upi
Produksi    : Starvision, CJ Entertainment
Jenis Film : Drama, Comedy
Tayang      : Juni, 2017


REVIEW



Sweet 20 adalah film yang mengisahkan tentang Fatma, seorang nenek yang mendadak hidupnya berubah saat ia mendatangi sebuah tempat studio. Semua itu berawal dari  istri adit, anak semata wayangnya yang masuk ke rumah sakit perlahan menimbulkan kesedihan Fatma karena beliau merasa keberadaannya sudah terlalu merepotkan anak, mennatu, serta kedua cucunya. Ia lalu menyendiri di sebuah bangku jalan, dan menemukan tempat studio tak biasa.
           
Cekrek!
Saat ia  keluar, perawakannya sudah berubah 50 tahun lebih muda. Fatma versi now ini *wkwk* diperankan oleh Tatjana Saphira. Awalanya Fatma jaman now tidak merasa perubahan apapun yang terjadi pada dirinya sampai-sampai ia menemukan sejumlah anak muda yang menggodai dirinya, dia lalu melihat dirinya di kaca, dan AAAAA dia berteriak seketika.




“Ternyata takdir tidak mengizinkan kita bersama. Aku harus kehilanganmu sekali lagi.”

Sulit, untuk membuat orang-orang percaya akan perubahan aneh yang dialaminya. Apalagi keluarganya, dan Fatma pun memutuskan untuk tinggal di kos-kosan milik teman oldnya, Hamsah. Ia juga mengubah namanya menjadi idolanya sendiri, Mieke Wijaya. *oke, untuk selanjutnya di sini tetap gua tulisin namanya Fatma, biar gak pusing*

Semenjak menjadi gadis muda, Fatma melakukan banyak hal yang belum sempat ia lakukan pada saat ia muda dahulu. Berbekal suaranya yang bagus, Fatma akhirnya direkrut untuk menjadi vokalis band Juna, cucunya sendiri. Okay, I told you, Juna naksir Fatma, guys. Naksir neneknya sendiri. Wkwkwkwk .
            
Nah, meskipun Juna naksir Fatma, Fatma nggak balik naksir juga loh, lah masa iya dia naksir cucunya sendiri:D .Tapi bau-baunya Fatma naksir Alan, yang diperanin sama Morgan Oey. Alan ini yang bantu ngebesarin band-nya mereka.



Di cerita awal, gue udah penasaran banget, gimana caranya Fatma bisa berubah dan settingnya lumayan keren, Tatjanana juga bagus meranin sebagai Fatma jaman now, tutur bahasa dan cara bicaranya kopatibel.


Nah lanjut, Hamsah yang pertama kali menyadari kalau Mike itu sebenarnya adalah Fatma. Hamsah berusaha untuk memberitahu Adit, tapi sayangnya sulit untuk Adit percaya. Sampai pada suatu hari Juna mengalami kecelakan pada saat mereka hendak manggung, dan… disitulah Fatma jaman now akhirnya merelakan kehilangan dirinya yang versi muda itu.




Gue agak bingung membicarakan kekurangan film ini, karena gue rasa setiap moment udah dipackaging dengan pas. Gue suka waktu band mereka nyanyi, dan ngaransemen lagu Siapa Dia jadi bagus gituJ. Film ini nggak Cuma nyajiin tentang masalah asmara, tapi juga tentang konflik dalam keluarga, hubungan persahabatan. Kalau mau ngedalamin kisah Hamsah sama Fatma kayaknya bakal bikin sedih. Hamsah udah lama mendem perasaan ke Fatma, sampai  akhirnya mereka menikahi lain orang, tetapi perasaan Hamsah kalau kata Sandy Sandhoro, tak pernah padam, hingga sampai mereka menua seperti ini. Eaaa. Itu tuh, cinta se.. tia wkwkk.


Tapi sebenernya gua penasaran tentang reaksi Alan lebih jauh, hanya siaja tidak dititikberatkan pada hal ini. Adegan selanjutnya Alan tak sengaja berpapasan dengan Fatma lagi, (tapi yag versi tua), dan dia tertegun saat melihat jepit rambut yang tersemat di rambut nenek itu. Persis seperti yang pernah diberikan Alan untuk Mike.


“Kalau dia bisa mengulang hidupnya kembali, sepahit apapun hidupnya dulu, dia nggak akan ngerubah apapun, karena hanya dengan begitulah, dia tetap bisa menjadi ibumu.”
  

Well, overall film ini bagus banget. Banyak pesan yang bisa lu raup kalo lu  bisa  ngeliatnya Dan… liat ending film ini, gua jamin lu pasti bakal bilang… “ASEEEEEM” hahahaha 

Yas!

Are you ever felt like “Gila, ni orang hidupnya beruntung banget” , “gue pengen jadi diaa” , “Tuhan adil banget yak ke dia” , “kok dia bahagia terus hidupnya”, dan lain-lain. Pernah nggak lo ngomong kayak gitu ke diri lo sendiri? 100% gue yakin kalian pasti pernah mikir begitu atau bahkan diantara kalian telah mencoba berbagai cara untuk  ngerubah hidup lo seperti hidup orang yang lo inginkan.
Terlintas nggak ada yang salah dengan tindakan itu. Bukankah bertransformasi jadi sesuatu yang sesuai hati itu lebih baik? Hijrah dari hidup yang bikin lo monoton sampe lo puas ngotak-ngatik hidup lo. Biar kayak hidup orang yang lo inginkan, yang kata lo sempurna itu.

Lo ngeliat seseorang, jatuh cinta dengan apa yang ia tampilkan, fisik, mental, gaya hidup, hoki, achieves, dan-lain-lain. Bagi lo meleka terlalu istimewa dalam mendapatkan destiny. Dan tanpa disadari, bagian alam sadar otak lo sketika ingin punya hak yang sama, bebas, dan bahagia, ngejalanin hidup seperti dewa.

Beberapa diantara orang akan bertindak untuk berubah, sebagian berubah dengan adanya dirinya, dan sebagian benar-benar menjadi orang yang diinginkannya, dan sisanya tidak melakukan apa-apa tapi tetap menggerutu menghadap Tuhan atas hidup yang diterimanya.

Ehm, sebelum membahas tentang tindakan berubah mari telisik lebih dulu. Apa yang telah bikin lo menjadi seperti? Ingin keluar dari hidup sekarang. Tentu karena lo membuat perbandingan dengan diri lo sendiri. Membandingkan itu gak bisa jadi hal remeh! Sebelumnya gue udah pernah bikin tulisan di tumblr tentang itu, kalian bisa baca di....

Eh bentar, tumblr udah diblokir:(

Nah, terus emang kenapa? Bukankah untuk mengukur sesuatu terkadang memang perlu perbandingan? Iya. Iya. Tapi tidak semua orang bisa membandingkan dengan baik, lebih dari 50% orang akhirnya akan menyimpulkan hidup mereka tidak terlalu lebih baik disbanding siapa yang dicompare. Kenapa begitu? Karena manusia sibuk mengcompare pada taraf yang lebih tinggi darinya. Impactnya jadi kurang bersyukur.
Rasa kurang bersyukur itu selanjutnya bisa berimbas kepada hal-hal yang kurang baik lainnya. Yang paling utama adalah menurunnya pikiran positif kepada Yang Maha Esa, “kenapa dikasih hidup begini lah, begitu lah, gak kayak si itulah si anu lah.”

Lalu, apa lo sadar dengan orang yang kalian ingin punya hidup sebagai mereka yang kalian inginkan?  orang yang lo ingin punya hidup sebagai mereka yang lo inginkan? Tunggu, ini bahasanya terlalu ribet,

Trus, apa lo sadar kalo si B C, D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z, atau orang yang lo anggap nyaris perfect itu adalah manusia, bukan dewa, dewi, bidadari, malaikat, ratu, raja? Kalau llo anggep mereka manusia, selamat! Pernyataan lo tentang hidup mereka yang baik-baik saja itu salah total.
Manusia adalah tempat salah, kurang, dan dosa.

Jangan pikir hidup mereka sempurna kayak di dongeng. Jalan di karpet merah, baju bagus, otak encer, menawan,  karir cemerlang, uang banyak, punya pacar nggak kayak lo yang ga punya, dan lain sebagainya yang jadi daya ukur kalian kepada mereka. Terlebih kalo kalian mikir mereka gak pernah kena masalah.

Bisa jadi mereka menutupi semua itu, dan parahnya bisa jadi masalah itu lebih parah dari pada masalah lo. Lo gak pernah tau kan? Lagian mana mungkin jaman sekarang orang mau nampilin kekurangannya, sama aaja itu kayak buka aib sendiri.

Nah, terus kalo yang mikir  kenapa orang itu bisa pinter, cantik, karir bagus, itu mungkin karena mereka punya hard effort dibalik itu semua. Lagi-lagi lo gak pernah tau kan?
Trus apa yang harus lo lakuin?

Oke, ngebandingin diri lo sama orang lain sebenernya wajar aja dan malah penting banget. Tapi, please, lakukan dengan cara se elegan mungkin, kayak lo ngeliat hidup mereka tapi lo nggak  sampe pengen berubah total jadi kayak mereka (sampai ngelakuin cara nggak halal), lo bertindak dengan hal-hal yang positif, ex: “dia bisa pinter mungkin karena rajin belajar, nah gue juga harus belajar biar bisa kayak gitu” , “uangnya banyak, mungkin dia banting tulang ke sana ke sini, gue juga harus banyak duit dengan cara MLM eh, dan “dia kok bisa langsing gitu! Fix, mulai besok gua gak mau makan selama  4 bulan waparah”

Ngebandinginnya sampe segitu-gitu aja, tanpa lo pernah ngebanding overall hidupnya bahkan sampe ngelibatin mereka dalam masalah kayak gini, well, kayak haters misalnya. Haters itu kan orang yang nyari masalah hidup orang lain padahal sebenernya hidup dia lah yang bermasalah. WEKAWEKAWEKA.

Intinya lo harus tetap mempertahankan positive vibe dalam hidup lo. Balance your life, setelah mengcompare pastikan lo berkarya dengan bersih demi sebuah perubahan yang lebih baik itu. Terima hidup lo, setiap hari itu berubah, dan nggak mungkin lo akan tetap di jalan ini, artinya peluang lo mengubah hidup akan selalu ada dan emang udah tersedia, tergantung gimana cara lo ngejemputnya. Setiap orang punya hidup yang beda-beda, dan Tuhan lebih tahu kenapa lo ada di hidup lo sekarang. Cuma lo yang tahu cara nyikapin hidup lo sendiri, no one ever! Lihat, betapa kece kan hidup lo ><

Karena nanti, akan selalu ada orang yang lo temuin membuat lo ingin membangun perbandingan, dan gue yakin lo udah tau gimana cara nangkalinnya.

Selamat bahagia hidup dihidup lo sendiri:)






Hopeless merupakan salah satu novel karangan Coollen Hoover. Novel ini menitikberatkan kehidupan gadis yang beberapa belas tahun belakangan di sapa Sky. Sky hidup bersama Karen, seorang ibu yang begitu antiteknologi, meskipun begitu Sky tidak pernah merasa kehidupannya membosankan karena ia memiliki Six, teman dekatnya yang sangat menyayanginya. Sky dan Six telah terbiasa dengan sebutan “cewek nakal” yang di cap pada keduanya, hal ini telah dibuktikan oleh Grayson yang bisa begitu saja menorobos jendela kamar Sky, dan cowok lain yang berhasil menghabiskan beberapa menit bersama Six secara privasi. Meski belum “tasted” kata Sky, saya pastikan Karen akan sangat terkejut jika mengetahui hal ini.



Berawal di sebuah toko makanan, Tuhan mempertemukan Sky dan Holder. Cowok yang penuh dengan banyak kepribadian; misterius, ramah, agak kasar, dan hal itu membuat Sky takut dan meninggalkan Holder sendirian sesaat setelah ia menyerahkan kartu pengenal miliknya. Tapi, sejak saat itu, Sky tidak bisa tidur nyenyak..



Ketika Holder ditampilkan dalam bacaan, cerita tentang Six menghilang di puluhan lembar berikutnya. Sky masuk sekolah dan berkenalan dengan Breckin, seseorang yang kemudian ia nobatkan sebagai sahabat terbaik dipenjuru dunia. Breckin begitu baik dan terlihat menyukai Sky, tapi sayangnya ia tidak tertarik pada wanita.



Entah secepat apa, Sky dan Dean jatuh cinta. Sky selalu terpesona dengan setiap “hal” yang tersedia pada cowok itu. Well, saya kira Hopeless hanya akan fokus pada Sky dan Dean Holder kedepan. Tapi, ketika suatu malam dimana Holder menyebut kata “Hope” , hidup Sky tak lagi sama.



Ini bukan tentang travel time, tapi Sky hanya menemui orang-orang lama dikehidupannya. Ada banyak sebab-akibat yang terjadi. Menyangkut hal ini dan itu. Termasuk tato bertuliskan “hopeless” di tangan Holder menjadi tanda bahwa ada dua orang yang telah berhasil ia kecewakan. Siapa mereka?



Novel ini begitu lama, tapi saya tidak bosan membacanya. Konflik muncul, pertengkaran Sky dengan Karen, dan meminta penjelasan pada Ayahnya menjadi pelik, untung saja Holder selalu disampingnya. Karena Holder adalah obat bagi Sky. Saya senang dengan cara berpikir Hoover, she is good author, banyak kejadian yang terbuka secara tak terduga, saya suka dengan kalimat yang ia tuangkan, cara pandangnya cukup baik. Dan saya kesal karena di ending novel ini  konflik seperti tidak tuntas, padahal menurut saya ada beberapa hal lagi yang perlu diselesaikan oleh Sky. Six juga sepertinya tidak tahu dengan kejadian panjang ini. Cerita terlalu berfokus pada “privasi” Sky dan Dean Holder.



At least,  novel ini mengajarkan bahwa cinta bisa kadaluarsa dan bisa tetap ada sepanjang bagaimana kita meyakininya. I hope I can read yours another, Hoover.



3,7 stars for this novel J

Semakin hari perkebangan dibidang pertanian semakin melesat.. Banyak sekali inovasi-inovasi baru yang dibuat demi aktivitas pertanian yang lebih praktis dan tepat guna, contohnya saja media tanam. Media tanam merupakan media/komponen penting sebagai titik tumbuh suatu tanaman. Media tanam buatan dibagi atas media tanam buatan organik dan media tanaman buatan anorganik. For further info, stay tune yaaa.

MEDIA TANAM ORGANIK
1. Cocopeat



adalah media tanam yang terbuat dari sabut kelapa. Lebih jelasnya Cocopeat dibuat dari kulit ari atau sekam kelapa yang diolah hingga berbentuk butiran gabus. Cocopeat teksturnya mirip tanah jadi kemuningkan punya kemampuan adaptasi yang baik.  Saat ini,  Cocopeat  jadi media tanam yang paling sering digunakan. Fungsi Cocopeat adalah untuk menetralkan keasamaan tanah. Kelebihan yang lain yang dimilikinya yaitu lebih tahan lama (karena kebanyakkan hama tidak suka berada di dalam Cocopeat), bisa kembali di daur ulang, dan tentunya mudah digunakan untuk pemula. Oke, ngomongin kelebihan terus, minusnya apa gan? Hmmm  ternyata Cocopeat tidak cocok untuk semua akar tanaman, karena cocopeat dapat menahan air lebih lama maka media tanam ini sebaiknya tidak digunakan untuk menanam tanaman dengan perakaran yang tidak menyukai kondisi basah (ex: brokoli), selain itu meski bentuk dan teksturnya mirip tanah, cocopeat tetap saja  tidak providing unsur hara apapun sehingga saat digunakan sebagai media tanam, kita perlu menambahkan larutan nutrisi lain untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

2. Oke, selanjutnya adalah Spagnum Moss
Yap! Ini adalah bahan tanam yang terbuat dari lumut kering. Spaghnum Moss biasanya digunakan bagi tanaman Orchid. Spaghnum Moss memiliki kemampuan  daya simpan air yang baik, tidak mudah lapuk, mengandung unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman anggrek. Spaghnum Moss juga bisa digunakan dari mulai tanaman menjadi bibit sampai dewasa, wow yak, hehe. Tapi kekurangan yang bisa kita temui yaitu, bahan tanam satu ini masih lumayan mahal, makanya masih agak jarang di gunakan di Indonesia, selain itu Spaghnum Moss lebih diperuntunkan bagi tanaman-tanaman yang memiliki kadar kelembaban tinggi, jadi tidak semua tanaman bisa diaplikasikan dengan media lumut kering ini.

Courtesy of:
urbanina.com

(Belum memiliki ilmu ,waktu dan kuota lebih untuk membentuk sebuah artikel tentang dunia lanskap. Jadi lebih baik gue menceritakan sedikit hal tenang kenapa gue bikin HSP tentang ini.
HAPPY READING)


Ternyata lanskap itu luas........
Hal yang dimustahilkan bagi anak pertanian se"random" gue yang waktu pertama kali denger lanskap pertanian langsung ngedumel "What the hell, gue buka anak arsitek yang mainan stupa"
Singkat cerita gue harus memberi effort yang lebih banyak untuk ngerti model pelajaran 1 ini haha. "Gilak man, gue kan belom dapet ini makul." lagi-lagi ngedumel.

Hal yang pernah bikin temen-temen gue ngefreakin gue adalah waktu kita lagi nyari referensi Kuliah Lapang di perpus, gue sama sekali ga ada bolak-balik KL agro, yang ada gua pusing sama peta kontur KL nya anak sipil. Yaw yaw, dan entah kenapa semakin berusaha mempelajari  gues semakin nggak ngerti sama apa yang gue pelajari :|

Cek laptop gue dan temukan puluhan jurnal yang membahas tentang arsitektur, landscape, and everything about that. gue sampe pernah download e-book ratusan halaman (gue lupa pokoknya banyak) yang english version, plus peta yang sangat sulit untuk dipahami (lebih sulit dari mahamin elo) , gue juga pernah ngulik-ngulik buku perpus sampe yang ada di gramed biar bisa nemu buku lanskap yang beneran sesuai (but unfounded). Sampe gue give up dan mendatangi beberapa dosen yang gue anggap bisa membantu menyelesaikan masalah gue ini.

Lagi..konsul ke dosen adalah hal terkece berikutnya yang patut untuk dialami seluruh mahasiswa. Im so blessed have em. Singkat cerita lagi, mereka menguba pandangan gue, gue jadi tau ada tiga hal  utama kenapa gue sulit untuk menerima materi lanskap, yaitu :

1. Gue gak serius

2. Gue gak serius

3. Kayaknya gue emang gak serius.

FYI gue adalah manusia terdeadline kedua atau ketiga di kelas gue dan ini sangat-sangat parah a.k.a gak bisa dibiarkan! Ketidakseriusan gue ditambah gue suka nunda kerja/tugas membuat semuanya menjadi berantakkan dan kacau. Masalah tentang lanskap adalah hal yag gak bisa gue remehkan, karna jika iya, siap-siap dengan nilai akhir kuliah lapang gue yang abal-abal dan fall apart!

Tiba-tiba lanskap jadi titik pacuan nafas (ini apa maksudnya)
Gue mencoba memberi/mengikhlas diri untuk jatuh sejatuh-jatuhnya sama landsacpe (ah elah)
Gue diberi materi semester atas untuk gue pelajari lebih dulu
Gue direkomen video-video about landscape dan seluruh bahan ajaran.

Perlahan-lahan, gue mulai berpikir kalau lanskap is so IMPORTANT
setelah gue sempat bilang "kalo mau nanem disitu ya disitu aja, perlu banget ya mikirin kombinasi tata letak?"
"fungsi pohon pinus di kebun? EGP"
"Prinsip desain, rancangan kagak perlu lah kan suka-suka juga, lahan-kita mereka ora urus"
ETC.

Kenapa important?
Karena mikirnya ribet.
Kalo hal ribet trus dipikirin
Atau mikirin hal yang ribet
Itu artinya penting kan?
Kalo enggak, ngapain dipikirin?
*CIEE MIKIR

gue juga sadar, kalo arsitektur lanskap itu luaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas banget ngalahin Camp Nou, dan lebih panjang dari sirkuit valencia. Makanya gue membuat half semester  project tentang ini... biar gue bisa


SERIUS.

*oke selesai curhatnya, terimakasih telah membaca*
*saatnya kamu menekan tombol play button*










Belakangan terjadi lagi, konsumen yang sedang menuliskan keluhan atas sebuah pelayanan berakhir tidak menyenangkan. Ia malah “dibalik” , dituduh melakukan pencemaran nama baik. Well, case ini pun menjadi viral dan menuai banyak “perhatian” dari para pengamat dan netizen, termasuk saya. Bagaimana bisa mengungkapkan keluhan dianggap sebagai pencemaran?
Bagi pihak yang dikeluhkan, baginya mungkin ini adalah hal yang akan menggeser nama, maka sulit menerima ketika konsumen menuliskan sesuatu yang membuat nama tergeser. Tetapi  bukankah  wajar jika konsumen memberikan argumennya, terlepas baik ataupun buruk? Kini, dunia menulis jadi hal yang membingungkan.
Entah dari sudut mana, tulisan yang hanya ingin menuliskan perasaan/pendapat bermetamorfosis jadi sebuah ujaran kebencian di mata beberapa orang. Well, apa itu karena tulisan membuat nama bergeser? Atau tidak sejalan dengan otak kebanyakkan orang. Toh, kalaupun fakta, apa yang mau dilawan?
Sikon ini mungkin akan berefek samping kepada para penulis (bisa penulis pro, atau penulis belia newbie yang baru-baru ingin mengepakkan sayapnya untuk menulis secara berani) . Karena bagaimana pun caranya, tulisan “keberanian” dengan  model apapun yang dibuat sangat bisa mengundang segalam macam kontroversi, dibenarkan, diperbaiki, disalahkan, diplagiati, dan yang lain sebagainya yang terkadang mampu menyeret diri.
Takut untuk menulis? Ya, haha. Semenjak cases yang mengaitkan dengan tulisan ,mau tidak mau sekarang harus memikirkan lebih dari tiga kali untuk menuliskannya dan lebih dari delapan belas kali untuk mempublikasinya, mungkin. Takut-takut tulisan mengundang mata yang benci membacanya, takut-takut tulisan disalahpahamkan, takut-takut tidak sesuai  dengan pendapat yang ingin dikemukakan penulis.
So, bagaimana ini? Adakah yang ingin menolong? Agar saya, ataupun penulis lain (khususnya penulis belia) tidak takut untuk menulis, menulis apa saja berlandaskan fakta dan berbasis keberanian, yang sesuai, yang tadinya ingin mengedepankan ilmu dan mengemukakan isi otak tidak dianggap sebagai MENGUJAR KEBENCIAN? TIDAK DI BAWA KE RANAH YANG BERLEBIHAN?


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

LATEST POSTS

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN
  • Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah

Categories

  • novel 1
  • review 1

Featured Post

[BOOKREVIEW] Everything We Keep - Kerry Lonsdale

Tittle: Everything We Keep Author: Kerry Lonsdale Penerbit: PT Elex Media Komputindo Release: 17, July Published by the arra...

Recent Posts

VIGESTATION
Diberdayakan oleh Blogger.

Fashion

Laporkan Penyalahgunaan

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • Januari (1)
  • ►  2018 (1)
    • Juli (1)
  • ▼  2017 (21)
    • Desember (1)
    • November (3)
    • Oktober (1)
    • Agustus (2)
    • Juli (5)
    • Juni (3)
    • Mei (4)
    • Januari (2)
  • ►  2016 (12)
    • Desember (1)
    • Oktober (3)
    • Agustus (2)
    • Mei (1)
    • Maret (1)
    • Februari (3)
    • Januari (1)
  • ►  2015 (18)
    • Desember (3)
    • November (2)
    • Agustus (4)
    • Juli (3)
    • Juni (2)
    • Mei (2)
    • April (1)
    • Januari (1)
  • ►  2014 (3)
    • November (1)
    • Oktober (2)

Cari Blog Ini

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ▼  2017 (21)
    • ▼  Desember (1)
      • [MovieReview] Sweet 20
    • ►  November (3)
      • [REFLECTION] AYEWLINSL
      • [BOOOKREVIEW] Hopeless (Tanpa Daya) - Colleen Hoover
      • Media Tanam Buatan, Apa Aja?
    • ►  Oktober (1)
      • #CuapCuap2017
    • ►  Agustus (2)
      • KETIKA MENULIS BIKIN TAKUT
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2016 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (18)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)

Subscribe

Stay Connected

Follow us

3/Food/post-list

Like us on Facebook

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here. This is an optional text area which you can hide or delete from the layout. Its totally dependent upon you if you want this text area or not.

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • Bloglovin
facebook twitter instagram pinterest bloglovin etsy

About me

Read More

Months had too ham cousin remove far spirit. She procuring the why performed continual improving.

Follow Us

  • medium
  • youtube
  • instagram

Boxed Version

  • boxedVersion
  • Home
  • Megamenu
    • Travel
    • Lifestyle
    • Fashion
    • Beauty
  • Social
  • Features
    • Left Sidebar Post
    • Fullwidth Post
    • Right Sidebar Post
  • Blog
  • Download
  • Home
  • About
  • Contact

Contact

Mengenai Saya

Vigestha
Lihat profil lengkapku

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Welcome to my personal blog

Welcome to my personal blog
share tips, thoughts, and useful random things.

Categories

Labels

  • novel 1
  • review 1

My Instagram

My Instagram

Default Variables

  • disqusShortname
  • commentsSystem
  • fixedSidebar
  • postPerPage
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest

Social Plugin

  • facebook
  • twitter
  • reddit
  • pinterest
  • linkedin
  • vk
  • instagram
  • youtube
  • whatsapp
  • rss

Menu Footer Widget

  • Home
  • About
  • Contact Us

Romantic

Pages

  • Beranda

Traveling

Popular Posts

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN

Link List

  • Home
  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Mega Menu
  • Learn Blogging
  • Documentation
  • _Web Documentation
  • _Video Documentation
  • Download This Template

About Me

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here.

Popular Posts

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN
  • [Naskah Drama] "Kembalikan Indonesiaku" 2016
  • [Novel Review] Muara Rasa—Deva Annesya
  • Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah
  • The First Time Ngecuap
  • Review Sebelas – Dya Ragil
  • [Review] Brink of Sense— Mertha Sanjaya

Advertisement

Category3

Vintage

Copyright © 2015 VIGESTATION. Designed by OddThemes