• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Travel
  • Contact Us

Follow us

VIGESTATION

Yas!

Are you ever felt like “Gila, ni orang hidupnya beruntung banget” , “gue pengen jadi diaa” , “Tuhan adil banget yak ke dia” , “kok dia bahagia terus hidupnya”, dan lain-lain. Pernah nggak lo ngomong kayak gitu ke diri lo sendiri? 100% gue yakin kalian pasti pernah mikir begitu atau bahkan diantara kalian telah mencoba berbagai cara untuk  ngerubah hidup lo seperti hidup orang yang lo inginkan.
Terlintas nggak ada yang salah dengan tindakan itu. Bukankah bertransformasi jadi sesuatu yang sesuai hati itu lebih baik? Hijrah dari hidup yang bikin lo monoton sampe lo puas ngotak-ngatik hidup lo. Biar kayak hidup orang yang lo inginkan, yang kata lo sempurna itu.

Lo ngeliat seseorang, jatuh cinta dengan apa yang ia tampilkan, fisik, mental, gaya hidup, hoki, achieves, dan-lain-lain. Bagi lo meleka terlalu istimewa dalam mendapatkan destiny. Dan tanpa disadari, bagian alam sadar otak lo sketika ingin punya hak yang sama, bebas, dan bahagia, ngejalanin hidup seperti dewa.

Beberapa diantara orang akan bertindak untuk berubah, sebagian berubah dengan adanya dirinya, dan sebagian benar-benar menjadi orang yang diinginkannya, dan sisanya tidak melakukan apa-apa tapi tetap menggerutu menghadap Tuhan atas hidup yang diterimanya.

Ehm, sebelum membahas tentang tindakan berubah mari telisik lebih dulu. Apa yang telah bikin lo menjadi seperti? Ingin keluar dari hidup sekarang. Tentu karena lo membuat perbandingan dengan diri lo sendiri. Membandingkan itu gak bisa jadi hal remeh! Sebelumnya gue udah pernah bikin tulisan di tumblr tentang itu, kalian bisa baca di....

Eh bentar, tumblr udah diblokir:(

Nah, terus emang kenapa? Bukankah untuk mengukur sesuatu terkadang memang perlu perbandingan? Iya. Iya. Tapi tidak semua orang bisa membandingkan dengan baik, lebih dari 50% orang akhirnya akan menyimpulkan hidup mereka tidak terlalu lebih baik disbanding siapa yang dicompare. Kenapa begitu? Karena manusia sibuk mengcompare pada taraf yang lebih tinggi darinya. Impactnya jadi kurang bersyukur.
Rasa kurang bersyukur itu selanjutnya bisa berimbas kepada hal-hal yang kurang baik lainnya. Yang paling utama adalah menurunnya pikiran positif kepada Yang Maha Esa, “kenapa dikasih hidup begini lah, begitu lah, gak kayak si itulah si anu lah.”

Lalu, apa lo sadar dengan orang yang kalian ingin punya hidup sebagai mereka yang kalian inginkan?  orang yang lo ingin punya hidup sebagai mereka yang lo inginkan? Tunggu, ini bahasanya terlalu ribet,

Trus, apa lo sadar kalo si B C, D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z, atau orang yang lo anggap nyaris perfect itu adalah manusia, bukan dewa, dewi, bidadari, malaikat, ratu, raja? Kalau llo anggep mereka manusia, selamat! Pernyataan lo tentang hidup mereka yang baik-baik saja itu salah total.
Manusia adalah tempat salah, kurang, dan dosa.

Jangan pikir hidup mereka sempurna kayak di dongeng. Jalan di karpet merah, baju bagus, otak encer, menawan,  karir cemerlang, uang banyak, punya pacar nggak kayak lo yang ga punya, dan lain sebagainya yang jadi daya ukur kalian kepada mereka. Terlebih kalo kalian mikir mereka gak pernah kena masalah.

Bisa jadi mereka menutupi semua itu, dan parahnya bisa jadi masalah itu lebih parah dari pada masalah lo. Lo gak pernah tau kan? Lagian mana mungkin jaman sekarang orang mau nampilin kekurangannya, sama aaja itu kayak buka aib sendiri.

Nah, terus kalo yang mikir  kenapa orang itu bisa pinter, cantik, karir bagus, itu mungkin karena mereka punya hard effort dibalik itu semua. Lagi-lagi lo gak pernah tau kan?
Trus apa yang harus lo lakuin?

Oke, ngebandingin diri lo sama orang lain sebenernya wajar aja dan malah penting banget. Tapi, please, lakukan dengan cara se elegan mungkin, kayak lo ngeliat hidup mereka tapi lo nggak  sampe pengen berubah total jadi kayak mereka (sampai ngelakuin cara nggak halal), lo bertindak dengan hal-hal yang positif, ex: “dia bisa pinter mungkin karena rajin belajar, nah gue juga harus belajar biar bisa kayak gitu” , “uangnya banyak, mungkin dia banting tulang ke sana ke sini, gue juga harus banyak duit dengan cara MLM eh, dan “dia kok bisa langsing gitu! Fix, mulai besok gua gak mau makan selama  4 bulan waparah”

Ngebandinginnya sampe segitu-gitu aja, tanpa lo pernah ngebanding overall hidupnya bahkan sampe ngelibatin mereka dalam masalah kayak gini, well, kayak haters misalnya. Haters itu kan orang yang nyari masalah hidup orang lain padahal sebenernya hidup dia lah yang bermasalah. WEKAWEKAWEKA.

Intinya lo harus tetap mempertahankan positive vibe dalam hidup lo. Balance your life, setelah mengcompare pastikan lo berkarya dengan bersih demi sebuah perubahan yang lebih baik itu. Terima hidup lo, setiap hari itu berubah, dan nggak mungkin lo akan tetap di jalan ini, artinya peluang lo mengubah hidup akan selalu ada dan emang udah tersedia, tergantung gimana cara lo ngejemputnya. Setiap orang punya hidup yang beda-beda, dan Tuhan lebih tahu kenapa lo ada di hidup lo sekarang. Cuma lo yang tahu cara nyikapin hidup lo sendiri, no one ever! Lihat, betapa kece kan hidup lo ><

Karena nanti, akan selalu ada orang yang lo temuin membuat lo ingin membangun perbandingan, dan gue yakin lo udah tau gimana cara nangkalinnya.

Selamat bahagia hidup dihidup lo sendiri:)






Hopeless merupakan salah satu novel karangan Coollen Hoover. Novel ini menitikberatkan kehidupan gadis yang beberapa belas tahun belakangan di sapa Sky. Sky hidup bersama Karen, seorang ibu yang begitu antiteknologi, meskipun begitu Sky tidak pernah merasa kehidupannya membosankan karena ia memiliki Six, teman dekatnya yang sangat menyayanginya. Sky dan Six telah terbiasa dengan sebutan “cewek nakal” yang di cap pada keduanya, hal ini telah dibuktikan oleh Grayson yang bisa begitu saja menorobos jendela kamar Sky, dan cowok lain yang berhasil menghabiskan beberapa menit bersama Six secara privasi. Meski belum “tasted” kata Sky, saya pastikan Karen akan sangat terkejut jika mengetahui hal ini.



Berawal di sebuah toko makanan, Tuhan mempertemukan Sky dan Holder. Cowok yang penuh dengan banyak kepribadian; misterius, ramah, agak kasar, dan hal itu membuat Sky takut dan meninggalkan Holder sendirian sesaat setelah ia menyerahkan kartu pengenal miliknya. Tapi, sejak saat itu, Sky tidak bisa tidur nyenyak..



Ketika Holder ditampilkan dalam bacaan, cerita tentang Six menghilang di puluhan lembar berikutnya. Sky masuk sekolah dan berkenalan dengan Breckin, seseorang yang kemudian ia nobatkan sebagai sahabat terbaik dipenjuru dunia. Breckin begitu baik dan terlihat menyukai Sky, tapi sayangnya ia tidak tertarik pada wanita.



Entah secepat apa, Sky dan Dean jatuh cinta. Sky selalu terpesona dengan setiap “hal” yang tersedia pada cowok itu. Well, saya kira Hopeless hanya akan fokus pada Sky dan Dean Holder kedepan. Tapi, ketika suatu malam dimana Holder menyebut kata “Hope” , hidup Sky tak lagi sama.



Ini bukan tentang travel time, tapi Sky hanya menemui orang-orang lama dikehidupannya. Ada banyak sebab-akibat yang terjadi. Menyangkut hal ini dan itu. Termasuk tato bertuliskan “hopeless” di tangan Holder menjadi tanda bahwa ada dua orang yang telah berhasil ia kecewakan. Siapa mereka?



Novel ini begitu lama, tapi saya tidak bosan membacanya. Konflik muncul, pertengkaran Sky dengan Karen, dan meminta penjelasan pada Ayahnya menjadi pelik, untung saja Holder selalu disampingnya. Karena Holder adalah obat bagi Sky. Saya senang dengan cara berpikir Hoover, she is good author, banyak kejadian yang terbuka secara tak terduga, saya suka dengan kalimat yang ia tuangkan, cara pandangnya cukup baik. Dan saya kesal karena di ending novel ini  konflik seperti tidak tuntas, padahal menurut saya ada beberapa hal lagi yang perlu diselesaikan oleh Sky. Six juga sepertinya tidak tahu dengan kejadian panjang ini. Cerita terlalu berfokus pada “privasi” Sky dan Dean Holder.



At least,  novel ini mengajarkan bahwa cinta bisa kadaluarsa dan bisa tetap ada sepanjang bagaimana kita meyakininya. I hope I can read yours another, Hoover.



3,7 stars for this novel J

Semakin hari perkebangan dibidang pertanian semakin melesat.. Banyak sekali inovasi-inovasi baru yang dibuat demi aktivitas pertanian yang lebih praktis dan tepat guna, contohnya saja media tanam. Media tanam merupakan media/komponen penting sebagai titik tumbuh suatu tanaman. Media tanam buatan dibagi atas media tanam buatan organik dan media tanaman buatan anorganik. For further info, stay tune yaaa.

MEDIA TANAM ORGANIK
1. Cocopeat



adalah media tanam yang terbuat dari sabut kelapa. Lebih jelasnya Cocopeat dibuat dari kulit ari atau sekam kelapa yang diolah hingga berbentuk butiran gabus. Cocopeat teksturnya mirip tanah jadi kemuningkan punya kemampuan adaptasi yang baik.  Saat ini,  Cocopeat  jadi media tanam yang paling sering digunakan. Fungsi Cocopeat adalah untuk menetralkan keasamaan tanah. Kelebihan yang lain yang dimilikinya yaitu lebih tahan lama (karena kebanyakkan hama tidak suka berada di dalam Cocopeat), bisa kembali di daur ulang, dan tentunya mudah digunakan untuk pemula. Oke, ngomongin kelebihan terus, minusnya apa gan? Hmmm  ternyata Cocopeat tidak cocok untuk semua akar tanaman, karena cocopeat dapat menahan air lebih lama maka media tanam ini sebaiknya tidak digunakan untuk menanam tanaman dengan perakaran yang tidak menyukai kondisi basah (ex: brokoli), selain itu meski bentuk dan teksturnya mirip tanah, cocopeat tetap saja  tidak providing unsur hara apapun sehingga saat digunakan sebagai media tanam, kita perlu menambahkan larutan nutrisi lain untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

2. Oke, selanjutnya adalah Spagnum Moss
Yap! Ini adalah bahan tanam yang terbuat dari lumut kering. Spaghnum Moss biasanya digunakan bagi tanaman Orchid. Spaghnum Moss memiliki kemampuan  daya simpan air yang baik, tidak mudah lapuk, mengandung unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman anggrek. Spaghnum Moss juga bisa digunakan dari mulai tanaman menjadi bibit sampai dewasa, wow yak, hehe. Tapi kekurangan yang bisa kita temui yaitu, bahan tanam satu ini masih lumayan mahal, makanya masih agak jarang di gunakan di Indonesia, selain itu Spaghnum Moss lebih diperuntunkan bagi tanaman-tanaman yang memiliki kadar kelembaban tinggi, jadi tidak semua tanaman bisa diaplikasikan dengan media lumut kering ini.

Courtesy of:
urbanina.com

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

LATEST POSTS

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN
  • Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah

Categories

  • novel 1
  • review 1

Featured Post

[BOOKREVIEW] Everything We Keep - Kerry Lonsdale

Tittle: Everything We Keep Author: Kerry Lonsdale Penerbit: PT Elex Media Komputindo Release: 17, July Published by the arra...

Recent Posts

VIGESTATION
Diberdayakan oleh Blogger.

Fashion

Laporkan Penyalahgunaan

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • Januari (1)
  • ►  2018 (1)
    • Juli (1)
  • ▼  2017 (21)
    • Desember (1)
    • November (3)
    • Oktober (1)
    • Agustus (2)
    • Juli (5)
    • Juni (3)
    • Mei (4)
    • Januari (2)
  • ►  2016 (12)
    • Desember (1)
    • Oktober (3)
    • Agustus (2)
    • Mei (1)
    • Maret (1)
    • Februari (3)
    • Januari (1)
  • ►  2015 (18)
    • Desember (3)
    • November (2)
    • Agustus (4)
    • Juli (3)
    • Juni (2)
    • Mei (2)
    • April (1)
    • Januari (1)
  • ►  2014 (3)
    • November (1)
    • Oktober (2)

Cari Blog Ini

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ▼  2017 (21)
    • ►  Desember (1)
    • ▼  November (3)
      • [REFLECTION] AYEWLINSL
      • [BOOOKREVIEW] Hopeless (Tanpa Daya) - Colleen Hoover
      • Media Tanam Buatan, Apa Aja?
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2016 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (18)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)

Subscribe

Stay Connected

Follow us

3/Food/post-list

Like us on Facebook

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here. This is an optional text area which you can hide or delete from the layout. Its totally dependent upon you if you want this text area or not.

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • Bloglovin
facebook twitter instagram pinterest bloglovin etsy

About me

Read More

Months had too ham cousin remove far spirit. She procuring the why performed continual improving.

Follow Us

  • medium
  • youtube
  • instagram

Boxed Version

  • boxedVersion
  • Home
  • Megamenu
    • Travel
    • Lifestyle
    • Fashion
    • Beauty
  • Social
  • Features
    • Left Sidebar Post
    • Fullwidth Post
    • Right Sidebar Post
  • Blog
  • Download
  • Home
  • About
  • Contact

Contact

Mengenai Saya

Vigestha
Lihat profil lengkapku

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Welcome to my personal blog

Welcome to my personal blog
share tips, thoughts, and useful random things.

Categories

Labels

  • novel 1
  • review 1

My Instagram

My Instagram

Default Variables

  • disqusShortname
  • commentsSystem
  • fixedSidebar
  • postPerPage
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest

Social Plugin

  • facebook
  • twitter
  • reddit
  • pinterest
  • linkedin
  • vk
  • instagram
  • youtube
  • whatsapp
  • rss

Menu Footer Widget

  • Home
  • About
  • Contact Us

Romantic

Pages

  • Beranda

Traveling

Popular Posts

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN

Link List

  • Home
  • Features
  • _Multi DropDown
  • __DropDown 1
  • __DropDown 2
  • __DropDown 3
  • _ShortCodes
  • _SiteMap
  • _Error Page
  • Mega Menu
  • Learn Blogging
  • Documentation
  • _Web Documentation
  • _Video Documentation
  • Download This Template

About Me

Hello, here you can tell something about yourself or you can put your blog description here or even you can add some quote of your choice here.

Popular Posts

  • [Novel Review] ANTOSIANIN—Putri Sarah Oliva
  • [Novel Review] Bingkai Memori—Petronela Putri
  • [JanuaryRRChallenge] See You Again—Arini Putri
  • #CuapCuap2017 Kilas Balik SBMPTN
  • [Naskah Drama] "Kembalikan Indonesiaku" 2016
  • [Novel Review] Muara Rasa—Deva Annesya
  • Review "3 Koplak Mengejar Cinta"- Haris Firmansyah
  • The First Time Ngecuap
  • Review Sebelas – Dya Ragil
  • [Review] Brink of Sense— Mertha Sanjaya

Advertisement

Category3

Vintage

Copyright © 2015 VIGESTATION. Designed by OddThemes